Skip to main content

Gak Luwes Pakai Sumpit

Sumber gambar dari sini




Ada satu hal yang pastinya bikin saya jadi salah tingkah saat pergi ke tempat makan. Yaitu kalau saya makan harus menggunakan sumpit. Hihi, ini sebabnya saya gak tertarik mencoba makan makanan Jepang yang biasanya memang memakai sumpit. Masa saya makan Sushi pakai sendok, lucu gak? hehe :p Atau makan mie Jepang pakai sendok? Ah, aneh tampaknya  -_-

Heran juga ya, kenapa orang lain kok pada bisa pakai sumpit, sementara saya begitu kaku pakai sumpit. Adakah yang juga mengalami hal yang sama dengan saya?? Padahal dulu kalau saya lagi makan di tempat mie ayam, saya suka coba untuk pakai sumpit. Tapi ya gitu, hasilnya kaku abis. Yang ada malah diketawain sama teman-teman.

Malahan pernah satu waktu saya coba makan mie ayam pakai sumpit, ceritanya mau sok ikut-ikutan teman gitu deh, ehhh, yang ada malah si sumpit jatuh gara-gara jari saya gak luwes pakai sumpit. Ya elaaah malu banget. Dan sejak itu saya putuskan untuk gak mau coba-coba lagi makan di tempat umum pakai sumpit. Cukup!!

Meski begitu, sebenarnya saya suka kalau liat orang makan pakai sumpit, kayanya kok enak ya makan pakai sumpit itu. Tapi ya, apa daya tangan tak sampai, eh..tak luwes maksudnya. Ya sudahlah, tangan saya memang cocoknya pakai sendok dan garpu aja deh :)


Comments

  1. mungkin krn emank gak biasa
    dulu awal2 pegang sumpit juga rasanya pegel, tapi lama2 bisa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kali ya mbak, karena emang gak biasa aja :)

      Delete
  2. Hehehe...saya selalu minta garpu kalau mau makan Mie, sejak kuliah dulu. Suka di ledekin sama temen-temen tapi nggak peduli. Abis keburu enak makan mi di plintir-plintir dengan garpu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, ini cara orang barat kalau makan spagheti ya mak :)

      Delete
    2. Ya, seperti begitu kira-kira,Mak...:)

      Delete
  3. Saya juga Mbak. awalnya pake sumpit, dua menit kemudian sumpitnya berganti jari-jari tangan. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, masa iya makan mie pakai jari mbak :p hihi, makan nasi kali ya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…