Skip to main content

Gak Suka Dengan Kisah Unhappy Ending

Saya termasuk orang yang malaaas pergi ke bioskop. Kalau orang lain ada yang hobby ke bioskop, kalau saya malah kurang tertarik untuk pergi ke bioskop. Saya lebih milih pergi jalan-jalan ke mall, ke toko buku, atau ke tempat makan. Seumur-umur saya pergi ke bioskop, rasanya gak sampai lebih dari 5 kali.

Ya emang dasarnya saya bukan yang hobby nonton film sih ya. Dvd aja gak punya :p Dan gak pernah tertarik untuk beli juga. Paling ya kalau nonton film di tv, atau dulu suka nonton dvd bareng sama temen. Eh, tapi sekarang-sekarang film layar lebar di tv gak sebanyak dulu ya, sekarang lagi marak sama sinetron dalam negeri dan serial dari luar negeri, seperti India, Korea, atau Taiwan.

Saya juga termasuk yang milih-milih kalau nonton. Saya paling gak suka sama film yang unhappy ending. Saya juga gak suka film horor, komedi konyol, atau film yang terlalu banyak adegan kekerasannya (full action), film khayalan, termasuk juga animasi. Hehe, banyak ya yang saya gak minati. Tapi bukan berarti gak pernah nonton sama sekali film yang bergenre kaya gitu sih, pernah juga sesekali :p *gak konsisten*

Sumber gambar dari sini




Tapi dari semua genre film, yang paling bikin sebal adalah film unhappy ending, yang seringkali menjebak. Jadi, awalnya sih oke nih, bagus alurnya, ceritanya, eh..ujung-ujungnya sedih, bikin nangis, dan gak enak hati  >_<  Ih, sebal deh sama film kaya gini. Soalnya, saya termasuk yang gampang kebawa perasaan kalau nonton film yang sedih-sedih gitu, bawaannya pengen ikutan nangis dan sedih. Berasa kaya film itu beneran. Nah, apalagi kalau ternyata kisahnya itu nyata. Waaah, bisa kebayang-bayang dan ngerasa sedih berhari-hari. Lebay? Emang  -_-

Buat saya sih, yang namanya tontonan kan seharusnya menghibur, eh..ini malah bikin nangis dan sedih. Saya lebih suka nonton drama yang happy ending, yang setelah nonton itu kita ngerasa ikut happy dan puas karena akhirnya bahagia. 

Comments

  1. emang nyenelin film yg sad ending
    rasanya ikutan nyesek, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gak ngenakin hati jadinya pas abis nonton tuh -_-

      Delete
  2. Wah, kalau aku malah suka, soalnya melatih kematangan dan kedewasaan dalam bersikap dan menyikapi...

    ReplyDelete
  3. Film unhappy ending itu memang bikin nyueeesek banget Mbak. Aku dulu nonton film Faana, Ghajini, duhhhh itu endingnya bikin gantung diri. Tapi biar gitu aku tetep suka sih Mbak, bikin nangis biasanya... legaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film apa itu mbak? aku gak kenal :p hehe..
      Bikin nangis kok malah lega sih, aku malah nyesek :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…