Skip to main content

Nyaman Dengan Dirimu Sendiri (Be Yourself)

Sumber gambar dari sini




Manusia adalah makhluk sosial yang gak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Dia perlu dan butuh untuk berinteraksi dengan orang lain. Dalam keseharian kita, selalu ada orang-orang yang kita ajak berkomunikasi. Di sekitar kita, kita dikelilingi oleh berbagai macam lingkungan. Lingkungan keluarga, tetangga, saudara, teman, dan lainnya. 

Lingkungan yang kita hadapi tentu gak sama karakteristiknya. Sebab pada dasarnya manusia memang memiliki berbagai macam karakter. Ada lingkungan yang membuat kita nyaman, tapi ada juga lingkungan yang membuat kita gak nyaman berada di dalamnya. Syukur-syukur kita termasuk orang yang mudah beradaptasi, tapi gimana untuk sebagian orang yang memang ternyata sulit beradaptasi?

Saya termasuk orang yang kerap merasa sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada kalanya saya merasa gak benar-benar nyaman ada di sebuah lingkungan. Tapi saya berusaha untuk merasa nyaman dengan diri saya sendiri dan tetap menjadi diri saya sendiri. Saya gak mau berusaha menjadi orang lain untuk menarik perhatian orang-orang di sekitar saya.

Kadang kita merasa gak nyaman berada dalam sebuah lingkungan, tapi itu wajar. Gak ada sesuatu yang sempurna selain Allah. Gak perlu memaksakan diri untuk bisa benar-benar ngeblend dengan setiap orang. Bersikaplah sebagaimana adanya dirimu, jadi diri sendiri dimanapun kamu berada, dan buatlah dirimu nyaman dengan itu. Ini yang terpenting. Biarkan orang lain menerimamu apa adanya, di saat itulah sebuah hubungan yang jujur akan terjalin.

Comments

  1. Betul sekali mbaaaa :)

    Walopun aku selalu berusaha fleksibel ketika masuk ke lingkungan baru, tapi tetep harus merasa nyaman menjadi diri sendiri :)

    Dulu kadang2 suka berasa gak nyambung kalo lagi ngobrol sama ibu2 di TK Fathir tuh mba, ngomonginnya tupperware lah, bisnis kosmetik lah...apalah...
    Tapi Alhamdulillah sekarang mah udah nemuin ibu2 yang doyan kdrama juga disono...halah...hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, ujung2nya tetep kdrama ya :p enak dong bisa pinjem2an dipidi :D

      Delete
  2. betul :)
    setuju mak...
    sebenarnya aku juga orang yang agak susah adaptasi cuma mau bagaimanapun tetep kudu adaptasi...yang penting nyaman itu yang rada susah xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, masa sih.. Mak Echa keliatannya supel deh :)

      Delete
  3. Saya kayanya termasuk yg gampang terbawa arus. Thx mak to remind me to be my self

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …