Skip to main content

Nyomblangin

Sumber gambar dari sini




Seseorang mendapatkan jodoh memang bisa melalui berbagai macam cara. Ada yang mencari sendiri, ada yang dijodohkan oleh orangtua, atau ada juga yang dicomblangi oleh teman. Nah, saya mau bahas sedikit soal yang ketiga nih. Karena saya pernah juga beberapa kali diminta untuk mencomblangi atau mencarikan pasangan buat seseorang. Ya...bisa dibilang memperkenalkan gitu lah ya.

Beberapa tahun lalu sih, saya pernah nyoba untuk ngenal-ngenalin teman saya ke teman saya yang lainnya, dengan maksud siapa tau aja mereka ada jodoh, ya kan? Saya pikir ya apa salahnya saya mencoba untuk membantu orang lain berkenalan dengan orang lainnya. Toh kita hanya usaha, yang menentukan ya tetap Allah. Lagipula niat saya juga kan gak jelek, jadi kenapa gak.

Tapi, itu dulu. Sekarang saya udah gak mau nyomblang-nyomblangin atau ngenal-ngenalin orang yang lagi cari pasangan. Sebab, saya berpikir bahwa mengenalkan seseorang ke orang lain yang sedang cari pasangan itu gak bisa semudah yang kita kira lho. Apalagi kalau niat orang yang minta dikenalin atau orang yang mau dikenalin itu memang serius niat cari suami atau istri. Kita juga gak boleh sembarangan asal ngenalin.

Sebaiknya kita kenal atau tau betul orang-orang yang akan kita kenalkan tersebut. Kita tau keluarganya, latar belakangnya, sikapnya seperti apa, dan lain-lain. Karena, jika ternyata terjadi sesuatu yang gak diharapkan pada pasangan yang kita comblangin itu, kita tentu merasa gak enak, merasa ikut bertanggung jawab, bahkan bisa jadi ada perasaan bersalah. Jadi, sebaiknya ya kita berhati-hati di awal. Supaya kita benar-benar teliti dulu sebelum mau nyomblangin. 

Comments

  1. iyah, nyomblaingin orang gak bisa sembarangan
    jadi inget ada cerita orang yg dicomblangin gitu, eh pas nikah geje trs orang yg nyomblangin disalahin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Sebagai orang yang nyomblangin, kita harus benar-benar teliti :)

      Delete
  2. Mak, saya pernah nyomblangin 2 orang dan alhamdulillah sukses. Memang nggak boleh sembarangan karena ini untuk sekali seumur hidup. Kita sebagai makcomblang harus minta petunjuk Allah juga. Minta orang yg akan dicomblangin doa juga. dan ingatkan mereka ini hanya proses bisa sukses bisa gagal. dan ada tahapannya ngga ujug2 langsung ketemuan biar mereka siap dulu...gitu deh mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, seneng tapi ya mak, kalau kita sukses nyomblangin :)
      Oh, iya juga ya, kita harus ikut istikharah mohon petunjuk supaya gak sampai salah ngenalin.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…