Skip to main content

Pemotongan Hewan Kurban






Alhamdulillaah kemarin mama udah bisa ikut kurban sapi. Syukurlah dapat kesempatan kurban sapi, jadi dagingnya kita bisa ikut makan. Soalnya kalau kambing, saya dan keluarga kurang doyan. Lagian kalau daging kambing kan gak baik untuk kesehatan kalau dikonsumsi agak banyak. Terutama buat yang darah tinggi, bisa bikin tensi jadi naik nih.

Berhubung mama saya ikutan kurban, jadi saya nyempetin lihat pemotongan hewan kurbannya. Gak jauh kok dari rumah. Biasanya sih, saya jarang banget mau ikutan lihat. Selain karena gak suka sama bau daging kambing mentahnya, saya juga agak geli lihat hewan yang lagi dikulitin. Ditambah lagi rasa miris saat melihat hewan kurban akan disembelih. Ini semua bikin saya lebih sering memilih untuk gak lihat pemotongan hewan kurban.

Tapi, ada beberapa hal nih yang saya sayangkan dari pemotongan hewan kurban di tempat yang saya lihat kemarin. Ada hal-hal yang setau saya gak sesuai dengan sunnah tata cara pemotongan hewan kurban. Pertama, soal larangan mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih. Seharusnya, kita gak boleh mengasah pisau di depan hewan yang akan dikurbankan. Ini bisa membuat hewan yang akan dikurbankan tersebut merasa takut. Tapi tadi ada orang yang mengasah pisau di sekitar tempat pemotongan hewan kurban. Bahkan suara asahan pisau tersebut begitu nyaring terdengar.

Kedua, anjuran menyebutkan nama orang yang berkurban sebelum hewan kurban tersebut dipotong. Ini juga terlewat di pemotongan hewan kurban dekat rumah saya kemarin. Makanya kita sempat heran juga, kok gak dipanggil sih nama-nama yang kurbannya  -_-  Bukannya ingin pamer karena udah bisa kurban, tapi ini sunnah lho. Ya, itulah dua hal yang saya harap mudah-mudahan tahun depan bisa diperbaiki, aamiin. 

Comments

  1. anak-anak malah seneng lihat acara pemotongan hewan kurban kemarin... seharian gak mau pulang, di mesjid terus... pulang-pulang mereka cerita, "mah... tadi mbe sama emohnya pas mau dipotong nangis, tapi gak ngamuk"... semoga bisa mengabil hikmah dari apa yang telah mereka lihat kemarin

    ReplyDelete
  2. Bener Mak, banyak yang belum faham tata cara melaksanakan penyembelihan. Selain yang Mak sebutkan diatas, ada lagi yang mereka lupa, yaitu mengurut-urut/elus badan hewan sambil menutup matanya. Nanti hewan itu akan patuh, berbarng sendiri tanpa harus dibanting dan dipegang rame-rame. Memotong hewan yang tengah rilex akan membuat serat dagingnya jadi empuk. Sebaiknya ada pengarahan dari Imam mesjid sebelum pelaksanaan. Terutama yang sudah Rasul contohkan, menyebut nama penyumbang dan untuk siapa ditujukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mengurut-ngurut aku gak perhatiin sih mak :p hihi..soalnya lihatnya gak dari depan banget. Iya mak, harus ada panitia yang ngerti soal tata caranya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…