Skip to main content

Perceraian Itu Sulit

Sumber gambar dari sini




Masa-masa perceraian adalah waktu yang sulit. Sekitar setahunan saya merasa hidup saya gak sedamai yang semestinya. Saya butuh waktu setahun lebih untuk bisa mengulas perceraian tanpa ada perasaan gak enak di hati. Sebelum itu saya belum bisa bersikap seterbuka saat ini. Saya sering menutupi status saya, karena saya gak mau mengulas soal perceraian.

Perceraian gak sama seperti kamu putus dari orang yang kamu kasihi sebelum kamu menikah. Perceraian, terutama yang sudah ada anak, jauh lebih rumit dari putusnya sebuah hubungan kasih. Bagaimanapun, pernikahan adalah peristiwa suci yang disaksikan oleh Allah. Dalam pernikahan terdapat ikatan yang disatukan oleh ijab qabul. Perceraian juga menjadi hal yang dibenci oleh Allah, sekalipun ini halal.


Perceraian gak hanya sulit saat terjadinya peristiwa perceraian itu sendiri, tapi juga sebelum dan sesudah perceraian itu. Proses perceraian seringkali gak berjalan baik-baik. Kerapkali diliputi perselisihan, saling membuka aib, kesalahpahaman, dan lainnya. Apalagi jika pihak keluarga ikut mencampuri dan memberikan masukan yang subyektif dan gak bijak, ini justru bisa membuat keadaan bagi pasangan yang bercerai semakin sulit.

Belum lagi soal pengesahan perceraian secara hukum. Saya butuh waktu dua bulanan untuk bolak-balik ke pengadilan dan menjalani sidang cerai yang hampir setiap minggu diadakan. Ditambah lagi dengan materi gugatan cerai yang juga sempat menjadi perdebatan. Soal nafkah, hak asuh anak, harta, aib, sampai masalah yang sebenarnya sepele atau terlalu pribadi bisa jadi konsumsi publik dengan adanya sidang dalam perceraian.  

Terakhir, setelah sidang perceraian selesai bukan berarti semua konflik pun berakhir. Saya sendiri mengalami beberapa konflik yang terjadi setelah perceraian resmi secara hukum. Ada juga masa-masa penyembuhan dari semua rasa sakit yang ada. Tapi percayalah, seiring dengan berjalannya waktu semua akan terlewati juga.

Bersyukurlah mereka yang memiliki rumah tangga yang harmonis dan damai. Rumah tangga dimana kita bisa merasakan banyak kebahagiaan di dalamnya, merasakan kenyamanan, dan ketenangan batin. Mudah-mudahan semakin banyak orang yang merasakannya, aamiin. 

Comments

  1. Membacanya saja sudah bikin miris,Mak... jadi teringat lagi proses cerai adik saya. Ada satu perasaan yang tak bisa di bilang kalau liat mata keponakan. Rasanya sulit menerima keadaan, padahal itu terbaik buat adik saya. Tapi alhamdulillah... Allah menggantinya dengan hal-hal yang baik/bagus setelahnya. Hikmah itu bisa terlihat kapan saja ya... bisa segera, tahun depan, ujung usia, atau dia menyambut di akhirat berbentuk kemuliaan...Insya Allah. Semoga cepat Allah temukan dg pengganti yang mampu memberikan kebahagiaan dunia akhirat.

    ReplyDelete
  2. Sabar ya mba :)
    mudah2an digantikan dgn yg lbh baik
    aamiin :)

    ReplyDelete
  3. sy menyaksikan gimana sulit'y teman sy menerima kenyataan atas perceraian'y,dia blg hanya solat dan ngaji yg mmbuat'y "lega"... yg sabar ya mak cantik... smg Allah mengganti'y dgn yg lebih baik,aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, shalat dan ngaji bisa bikin kita lebih tenang :)
      Makasih ya Mak Aira..

      Delete
  4. numpang curhat di blog ini, biar plong .

    saya asli sumatera, istri jakarta, mengalami perceraian juga, anak 4 ikut saya semua. 3 perempuan 1 laki. otomatis jadi repot, ngurus rumah + cari nafkah juga. mana semua masih kecil2x. yang besar kelas 2 SD, yg kecil 2 tahun.

    sudah 1 tahun sampai sekarang masih sulit terima, kadang ada rasa kangen, karena memang tidak niat mau cerai, gak terbayang dan terpikirkan soal cerai.

    kesalahan saya 1, mengizinkan istri kerja, karena selama nikah memang saya suruh istri tugas nya jadi ibu rumah tangga saja, urus anak, di tahun ke 8 akhirnya saya izinkan istri untuk kerja, setelah 1 tahun kerja timbul masalah, kata orang " tumbuh cinta karena terbiasa" di tempat kerja mungkin istri saya biasa ketemu dan makan bareng habis kerja sama rekan nya, dan timbul lah perselingkuhan.

    gelagat pun mulai berubah, yg tadi keibuan berubah jadi pemarah, dan selalu melihat apa saja yang saya lakukan salah, apa yang saya beri kurang, dsb.

    akhirnya terbuka juga semua nya , suatu hari dapat telpon suruh ke kantor polisi, dan di situ ternyata istri tertangkap razia gabungan di kamar hotel kelas melati sama pasangan selingkuh nya, dan istri pasangan selingkuh nya juga di panggil.

    hancur sudah, terasa gelap, saya ingat betul betapa hancur dan sakit nya hati saya. di sebelah sana saya lihat juga istri nya pasangan selingkuh menangis tiada henti .

    dan walaupun istri sempat cium kaki dan sujud di kaki saya waktu itu untuk mohon maaf, tetap sulit untuk menerima. butuh 4 orang petugas polisi untuk mendekap dan menenangkan saya.

    tidak terbayang istri ku bisa selingkuh, yah memang saya kalah tampan dan kalah tinggi , apalagi bertubuh atletis berotot seperti pasangan selingkuh nya. secara fisik saya kalah jauh karena saya tidak tampan, tidak tinggi, dan juga tidak atletis berotot. paling tidak saya bertanggung jawab soal keluarga dan saya juga pekerja keras, dan saya juga hapal Al - quran sejak SMA.

    dan sekalian saya berpesan untuk semua lelaki-lekaki tampan dan wanita-wanita cantik di luaran sana , ingatlah Allah sudah memberikan kelebihan fisik di atas rata-rata kepada kalian namun janganlah kalian gunakan kelebihan fisik tersebut untuk merusak dan menghancurkan rumah tangga seseorang, dan bila ada istri atau suami seseorang yang tertarik kepadamu, menjauh lah dan ingatkan mereka soal anak dan suami / istri yang menunggu nya di rumah, mudah2x an mereka sadar dan Allah ganti kebaikan yang kamu lakukan dengan pahala dan derajat yang tinggi.

    butuh waktu untuk sembuh, walau sudah 1 tahun masih ada rasa sesak kalau teringat, walau tidak seperti dulu. seorang sahabat mengatakan " itu Allah baik sama kamu, kasih liat watak istri mu sebenarnya, penghianat pergi tidak usah kau tangisi "

    bicara memang mudah kawan, tapi bila tidak mengalami dan merasakan sendiri tentu pasti tahu butuh waktu untuk menata kepingan hati yang hancur berantakan, walau pun berhasil tertata tidak akan seperti dulu kawan, ada bekas luka di sana yang kau bisa rasakan, ada duka di wajah ku yang kau tidak bisa hapus, dan ada getir di suaraku yang kau bisa dengar kawan.

    ranjang pun terasa dingin, tidak ada lagi yang bisa kupeluk , tidak ada lagi yang bisa ku ajak berbagi cerita di kamar, berbagi beban dunia, dan tidak ada lagi kecupan menyambut pagi.

    ah, andai bisa kuputar waktu, tentu tidak akan ku izinkan kerja istri ku dulu.
    andai cintaku dulu cuma melakukan kesalahan soal uang, tentu akan aku maaf kan dan bayar berapa pun kesalahan uang yang dia lakukan.

    entah apa yang Allah takdirkan untuk ku, andai saja aku bisa mengintip kitab yang sudah tertulis Lauh Mahfuz, aku berdoa semoga di sana tertulis juga akhir yang baik, dan pengganti pasangan yang sudah Kau usir dari sisi ku.

    aku ingin mencari, tapi tidak sembarangan mencari .
    sabar, shalat, hapalan Al - Quran menemani pencarian ku setiap hari .

    entah kapan pencarian itu berhenti dan akhirnya saya bisa berjabat tangan lagi dan berkata "Saya terima nikah nya..... "

    doa kan saja... :)

    Someone in Depok, Jawa barat.
    bmwlovers2015@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas sharingnya. Mudah2an bisa jadi pembelajaran berharga. Yang lalu biarlah berlalu, tak perlu diungkit2 lagi luka lama yang bisa membuat sedih. Move on, tatap masa depan, dan optimis bahwa setelah hujan ada pelangi, setelah kesulitan ada kemudahan. Ingat anak2, mereka yang paling penting saat ini.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…