Skip to main content

Selamat Hari Raya Idul Adha

Sumber gambar dari sini



Alhamdulillaah, hari ini udah masuk tanggal 10 Dzulhijjah, dimana kita umat muslim merayakan hari raya Idul Adha. Sebelumnya, saya minta maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan saya pada semua pembaca Rumah Jurnalku. Selamat hari raya Idul Adha ya. Mudah-mudahan Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah ini, terutama bagi yang berkurban, mudah-mudahan membawa keberkahan yang banyak, aamiin.

Dua hari terakhir ini alhamdulillaah saya bisa puasa. Terutama puasa Arafah, saya bersyukur banget bisa dapat kesempatan menunaikannya. Insya Allah pagi ini saya juga bisa shalat Id. Alhamdulillaah saya gak lagi berhalangan, jadi bisa puasa juga bisa shalat Id, insya Allah. 

Kalau untuk kurban, tahun ini saya memang belum. Budget buat kurban belum ada soalnya. Alhamdulillaah tahun ini mama yang kurban. Senang dan bersyukur karena Allah memberikan rezeki supaya mama bisa kurban. Mudah-mudahan berkah dan mama dapat balasan terbaik dari Allah dari kurbannya, aamiin. Berkurban itu bukan kewajiban, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi mereka yang mampu. Bagi yang belum mampu atau bahkan kekurangan, insya Allah bisa dapat daging kurbannya ya :) 

Oya, buat kalian yang pagi ini mau shalat Id, sebaiknya gak makan dulu ya sebelum berangkat shalat Id. Karena disunnahkan untuk menunda makan sampai selesai shalat Id nanti. Intinya mah, gak usah sarapan dulu lah sebelum berangkat shalat Id. 

“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  tidak keluar pada hari raya Fitri sehingga beliau makan, dan tidak makan pada hari raya Adha sehingga beliau selesai shalat” (Hadist Riwayat Ahmad dan Tirmidzi). 

Oke, selamat hari raya Idul Adha :)

Comments

  1. Semoga Amal Ibadah Kita Semua Di Terima Allah SWT

    ReplyDelete
  2. Selamat lebaran juga mba..bangun tidur hampir saja terlupa mau meneguk air putih..untungnya langsung ingat harus berpuasa dulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak :) hehe, alhamdulillaah ingat ya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…