Skip to main content

Berdua Dengan Alia

Kemarin untuk pertama kalinya saya dan Alia pergi berdua tanpa ditemani oleh eyang atau tantenya seperti biasanya. Selama tiga tahun lebih ini saya belum pernah bawa Alia pergi tanpa mereka. Ada perasaan terlalu khawatir kalau saya hanya pergi berdua dengan Alia. Soalnya gak ada yang bantuin jaga. Maklum lah Alia masih terlalu polos banget, saya pikir saya butuh orang lain untuk bantu ngejagain Alia. Bantuin nuntun, bantuin merhatiin, dan bantuin gendong sesekali, hehe..

Tapi kemarin saya beranikan diri untuk pergi berdua dengan Alia. Kemarin saya janjian ketemu dengan teman-teman dari tempat saya kerja dulu. Teman-teman saya juga bawa anak, jadi saya ajak juga Alia supaya ikutan main sama anak teman saya. Soalnya ada salah satu teman anak saya yang usianya gak berbeda jauh dengan usia Alia. Sekalian lah, emaknya silaturahmi anaknya juga belajar silaturahmi :) 


Ternyata suksesss. Alia senang karena ketemu teman main. Saya juga senang karena bisa ketemu sama teman-teman. Asyik juga bisa jalan-jalan berdua aja sama Alia. Gak full berdua sih ya, hanya pergi dan pulang ke rumahnya aja yang berdua :p Saya rasa Alia udah bisa diajak pergi berduaan sama mamanya. Yang penting kita sebagai orangtua harus selalu waspada, jangan lupa untuk menuntun anak, menggendongnya saat menyeberang jalan atau naik eskalator. Karena anak balita masih butuh perhatian extra dari orangtuanya, terutama saat di tempat umum. 

Comments

  1. paling ngeri kl lihat anak2 balita lari2 naik eskalator dan ibunya jalan santai,gemes rasanya..alia seneng banget tuh^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, makanya Alia meski udah 3 tahun lebih tp naik eskalator masih selalu digendong supaya aman :)

      Delete
  2. Alia semakin hari makin chubby... mirip orang Indianya itu lho bikin makin gemes.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…