Skip to main content

Bicara (Lagi) Tentang Perceraian (Bag. 2)

Sambungan dari sini..

Seorang suami hendaknya sangat berhati-hati dalam pengucapan kata cerai. Sebab perkataan cerai yang diucapkan meski gak diiringi dengan niat sungguh-sungguh, bisa aja talaknya tetap berlaku (tetap jatuh talak). 

"Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius : 1. Nikah, 2. Talak, dan 3. Rujuk." (Hadist riwayat Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)


Sumber gambar dari sini


Oleh karenanya para suami jangan pernah sembarangan mengucap kata cerai. Coba bayangkan jika ada suami yang mudah berkata cerai hingga berkali-kali, yakinkah bahwa rumah tangganya masih sah? Sementara talak yang bisa dirujuk pun hanya 2 kali, kalau udah terjadi talak yang ketiga, maka gak bisa lagi dirujuk, kecuali istri tersebut udah menikah lagi dengan lelaki lain kemudian bercerai kembali dengan lelaki itu. 

Persoalan hukum talak ini sebenarnya menunjukkan bahwa ucapan cerai dari suami terhadap istri, bukan perkara sepele. Ucapan talak sebaiknya diucapkan dalam keadaan sadar secara lahir batin, dengan pemikiran yang matang, dan tanpa disertai nafsu emosi.

Jika ucapan talak seorang suami bisa berlaku meski tanpa niat yang sungguh-sungguh, lain halnya dengan istri. Seorang istri yang mengucap kata cerai hingga puluhan kalipun gak akan berlaku, sebab istri gak memiliki hak untuk menjatuhkan talak. Namun, istri diberi hak untuk meminta cerai jika memang ada alasan yang kuat dan syar'i. 


Comments

  1. Betul mak, selain itu melukai hati istri..

    ReplyDelete
  2. mulutmu harimau mu, hihii
    maka dari itu kalau marah lebih baik diam dari pada sampai terlontar kata2 yg gak baik apa lg sampe keceplosan cerai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, kalau gak bisa jaga omongan mending diam aja :)

      Delete
  3. Replies
    1. Ada di otak mbak, hehe. Belum ditulis lagi.. :) Ntar insya Allah tentang perceraian saya masukkin ke kategori, supaya kalau mau nyari gak susah ya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …