Skip to main content

Dilema

Sumber gambar dari sini




Dalam hidup selalu ada dilema ya. Ya, karena hidup memang gak pernah berjalan datar-datar aja. Pasti ada masa yang kita jalani dengan mudah dan bahagia, juga ada waktu di mana kita merasa sedih dan kesulitan. Ya, inilah hidup :) Dilema itu, saat terjadi keadaan di mana kenyataan gak sesuai dengan harapan kita, yang pada akhirnya kita dihadapkan pada pilihan mengikuti hati atau logika. Ya, inilah dilema dalam membuat keputusan atau pilihan hidup.

Menjalani sebuah pilihan yang sebenarnya gak kita ingini, memang bukan hal yang mudah. Akhirnya, kita kadang menjalaninya dengan agak terpaksa, bahkan kadang ada rasa kesal di hati. Kemudian timbul perasaan buruk sangka (su'udzan) pada ketentuan Allah yang kita merasa berat menjalaninya. Kita berpikir bahwa Allah gak adil pada kita, Allah gak sayang dengan kita maka kita diberi kesulitan seperti ini.

Saat kita diberi cobaan atau ujian, kita seringkali hanya fokus pada permukaannya aja, tanpa melihat hikmah didalamnya. Padahal, seharusnya kita meyakini bahwa dalam setiap ujian -yang seringkali kita anggap sebagai masalah- pasti terdapat banyak hikmah kebaikan dibaliknya. Maka dari itu, hal yag pertama yang harus kita lakukan saat diberi ujian adalah berkhusnudzan (berprasangka baik) terhadap ketentuan Allah.

Yakinkan diri, bahwa setiap ketentuan Allah adalah yang terbaik bagi kita. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk kita. Pikiran manusia memiliki keterbatasan, seringkali kita berpikir sesuatu itu baik padahal tak demikian menurut Allah. Tapi, yang baik menurut Allah udah pasti adalah yang terbaik bagi kita. 

Jadi, setiap kita menghadapi dilema atau permasalahan hidup, sebaiknya hal pertama yang harus kita lakukan adalah berkhusnudzan pada Allah. Jika kita berkhusnudzan, Allah akan membuka hati kita untuk lebih lapang menerima segala ketentuan-Nya. Akhirnya, hanya kebaikanlah yang akan kita peroleh.

Comments

  1. Berprasangka baik pada Allah dan mendengarkan hati nurani kalo aku, Mak. Karena hati nurani gak pernah bohong. Sedangkan logika bisa disetel dengan ego, prasangka, keinginan, nafsu, dan hal2 lain yang dikondisikan selaras dgn pilihan yg akan kita ambil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, tapi saat dilema kadang pikiran / logika lebih berkuasa dibanding nurani :p

      Delete
  2. Karena itu, ada sholat istikhoroh ya mak.
    Saya juga SERIIIING banget menghadapi dilema.
    Semoga kita semua senantiasa diberi jalan keluar terbaik oleh Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, Istikharah bisa jadi solusi untuk memantapkan pilihan saat dilanda dilema :)

      Delete
  3. Betul mak, saat dilema yakinkan aja ada yg terbaik dari Allah..sambil kita terus berusaha

    ReplyDelete
  4. Betul mak, saat diberi cobaan yakinkan hati kita bahwa pasti ada hikmahnya, Allah pasti punya rencana yang baik untuk umatnya. Kalau aku, selalu bersyukur ketika diberi cobaan, karena setelah cobaan itu berhasil dilewati, ternyata memang indah hasil yang aku dapatkan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus mak :) kita hanya perlu berkhusnudzan dan sabar saat diuji..

      Delete
  5. jangan dilema selalu percaya pada diri sendiri

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…