Skip to main content

Foto Bersama


Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga menyempatkan diri pergi ke studio foto untuk foto bersama. Sebenarnya kalau bukan karena keperluan ngumpulin foto untuk reuni keluarga besar, kayanya sampai sekarang saya gak kepikiran buat foto keluarga. Saya emang gak terlalu suka banget foto-foto, kalau pergi-pergian pun adik saya yang lebih rajin foto-fotoin. Meski sebenarnya saya suka sih difoto, cuma kalau harus foto-fotoin saya malas :p *malas kok dipelihara*.

Fotonya gak jauh-jauh kok, di studio foto sekitar Cimahi aja. Itupun gak benar-benar niat bangeeet gitu, gak kaya orang-orang yang kalau mau foto keluarga bajunya disamain dulu, pilih baju yang paling bagus, dandan yang oke banget, de el el. Nah, kalau saya dan keluarga malah nyantai abis. Baju gak dimatchingin, dandan biasa aja, bahkan bajupun gak dipilih yang paling bagus. 

Intinya mah, pokoknya foto bersama aja lah. Malah kalau bisa foto sendiri di rumah, udah aja foto sendiri gak usah ke studio segala. Tapi ya, setelah lihat hasilnya seneng juga. Ini foto keluarga pertama setelah ada Alia. Dan setelah itu fotonya pun gak dipajang, hihi. Sebenarnya ada dua buah foto yang saya cetak dalam ukuran besar untuk dipajang. Tapi berhubung belum punya figuranya, ya sudah disimpan dulu deh. Nunggu ada figuranya dulu :)

Comments

  1. duh cantik-catik semuaaaaah :)

    Aku pun baru nyadar lho mbak, udah lama banget gak foto keluarga ke studio...

    Sepertinya foto keluarga terakhirku waktu Fathir masih bayi banget yang kupajang di kanan atas blog, dan sejak itu belum pernah foto lagi...

    Baiklaaaah...rayuin Abah minta diajak ke Jonas ah...hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiih :D
      Ayooo, buat foto keluarga juga mak.. Semoga berhasil merayunya, hehe.

      Delete
  2. lebih baik fotonya gak dipajang di rumah mba :)
    Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa) (HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, termasuk foto juga mbak? Saya pikir itu hanya untuk gambar yang sifatnya bukan foto, jadi lukisan / gambar gitu. Soalnya saya pernah dengar ustadz yang di tivi ada yang ngejelasin gitu mbak. Btw thanks mbak, saya emang belum punya foto yang dipajang di rumah :)

      Delete
  3. Kalau nggak sengaja malah berkesan yaa.. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…