Skip to main content

Jangan Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain

Sumber gambar dari sini



Salah satu hal yang bisa merusak kebahagiaan kita adalah saat kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Baik itu dalam hal fisik, dalam hal pencapaian keberhasilan, sampai soal kebahagiaan. Kita merasa orang lain mendapatkan lebih dari yang kita miliki. Ya, ini sama dengan rasa iri atau cemburu pada orang lain. Akhirnya membuat kita merasa rendah diri dan berkecil hati.

Jangan pernah merasa iri dan tak suka dengan apa yang dimiliki orang lain. Sebab orang yang hebat adalah orang yang bisa betul-betul ikut menghargai dan merasa senang dengan kebahagiaan serta kesuksesan orang lain. Orang yang hebat tak membiarkan kecemburuan dan rasa iri menguasai dirinya. Sebaliknya, mereka justru bisa berbesar hati untuk ikut mensyukuri nikmat Allah yang diperoleh orang lain.

Kita harus menyadari bahwa segala hal yang dimiliki orang lain adalah pemberian dari-Nya, yang merupakan hak mereka. Kebaikan dalam dirimu tak boleh dikotori oleh rasa iri dan cemburu pada orang lain. Sadarilah bahwa kamu juga memiliki banyak hal mengagumkan yang diberikan Allah. Saat kamu berbuat kebaikan -dengan memiliki hati yang bersih, tanpa ada rasa iri- maka kamu tak punya alasan untuk merasa berkecil hati. Because you are great :)

Setiap manusia memiliki garis kehidupan masing-masing, yang berbeda satu sama lain. Membandingkan hidup kita dengan orang lain yang kemudian membuat kita merasa iri, tak akan membuat hidup kita jadi lebih baik. 


*self reminder*

Comments

  1. Kadang suka tanpa sadar yah ada sejentik rasa iri kalau liat kebahagiaan orang..
    Tapi jangan sampai hal itu malah menghilangkan kebahagiaan kita yah..
    makasih share-nya mbak, jadi catatan juga nih buat aku :))

    ReplyDelete
  2. Waktu pertama Nikah suka gini. Kok Mereka gini saya ngga, sama kaka saya diingetin tiap orang beda punya keistimewaan masing2 jangan dibanding2kan atau dianggap sama. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …