Skip to main content

Kebahagiaanmu Adalah Tanggung Jawabmu

Sumber gambar dari sini




Kamu pernah dengar gak kalimat seperti ini, "kamu membuat saya gak bahagia". Saya pernah mendengar kalimat seperti itu diucapkan pada seseorang. Saya sangat gak setuju dengan kalimat itu. Kalimat itu mengartikan bahwa kebahagiaan seseorang bergantung pada orang lain, atau dalam arti kebahagiaan atau ketidakbahagiaan kita diakibatkan oleh orang lain. Yang benar adalah kebahagiaan kita bergantung pada diri kita sendiri.

Our happiness is definetly our responsibilities. Apapun yang kita rasakan adalah tanggung jawab diri kita sendiri. Kita gak bisa menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan kita. Sebab kebahagiaan itu sebenarnya berasal dari sesuatu yang ada dari dalam hati kita. Di situlah sesungguhnya kebahagiaan berasal. Bukan dari harta yang kita miliki, bukan dengan siapa kita hidup, atau di mana kita berada. Jangan pernah menggantungkan kebahagiaanmu pada sesuatu di luar dirimu, sebab itu sifatnya semu. Kebahagiaan sejati berasal dari dalam dirimu.

Bahagia atau tak bahagia adalah pilihan kita sendiri. Kita yang memiliki perasaan, sekaligus juga bisa mengendalikannya. Faktor-faktor di luar diri kita hanya pendukung, tapi kuncinya kita yang pegang. Itu sebabnya, kebahagiaan orang tak bisa diukur dari sesuatu di luar dirinya, seperti harta, status sosial, pekerjaan, dengan siapa dia hidup, atau di mana dia tinggal. Kenyataannya ada orang yang bahagia meski hidup dengan sedikit harta, ada orang bahagia meski gak punya keluarga, ada juga orang yang bisa bahagia meski gak punya rumah. Sebab mereka mempunyai hati yang bahagia, no matter what they have or not have. 

Jadi, jangan salahkan siapapun jika kita tak merasa bahagia. Bangunlah kebahagiaan dari dalam diri kita sendiri :) 




*Self reminder*

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …