Skip to main content

Memilih Cara Bersikap

Banyak hal dalam hidup kita yang sebenarnya kita gak pernah harapkan untuk terjadi, namun harus terjadi. Ada yang merupakan sebuah kejadian atau keadaan, seperti : kemacetan yang gak kita prediksi sebelumnya, sementara kita udah terlambat datang ke sebuah acara penting ; hujan lebat yang datang tiba-tiba padahal cuaca sebelumnya sangat cerah, sementara kita lagi jalan-jalan tanpa membawa payung. Ada pula yang berkaitan dengan orang lain, yaitu saat seseorang bersikap buruk pada kita, di mana tentunya kita gak pernah berharap orang lain akan bersikap seperti itu. 

Hal-hal seperti di atas sering terjadi sebagai ujian dari Allah, untuk mengetahui bagaimana cara kita menyikapinya. Ada hal-hal yang tak bisa kita hindari atau kita ubah. Sebab ada hal-hal yang memang harus kita alami dan hadapi. Kamu percaya takdir? Itulah takdir, sesuatu yang memang sudah ditetapkan Allah untuk terjadi. 


Sumber gambar dari sini

Dan kita gak bisa merubah takdir. Tapi, kita punya pilihan bagaimana cara kita menyikapinya. Kita tak bisa merubah sebuah keadaan atau bagaimana cara orang lain bersikap pada kita, namun kita punya kendali bagaimana cara menyikapi sebuah keadaan atau sikap orang lain pada kita. Kita bisa merubah sikap dan reaksi kita. Pilihlah sikap terbaik, yang bisa mendatangkan pahala. Misalnya, bersabar, bijak menyikapi, bersikap santun, dan lainnya. Serta hindarilah sikap-sikap yang bisa mendatangkan dosa, seperti : marah-marah, berbicara buruk, maupun perbuatan buruk lainnya. So, choose the right attitudes :)




*Self reminder*

Comments

  1. Setuju banget mbak...., karena apa yang sudah ditakdirkan Allah pasti tetap terjadi, dan sudah kewajiban kita untuk selalu ridha atasnya, supaya hati menjadi tentram dan insyaAllah berbuah pahala ^^ yang paling berat itu menahan lisan (atau menahan jempol di fb/twitter, hehehe) dari berkeluh kesah saat sesuatu yang tidak kita sukai menimpa kita. Harus banyak2 berlatih memang ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ini memang harus dilatih :) Melatih diri untuk selalu pintar menyikapi segala sesuatu dgn baik..

      Delete
  2. Makanya quote Keep Calm & bla bla dengan variasi lainnya banyak dipake ya, mak. Yuk ah, keep calm and blogging :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya juga ya.. Eksis banget itu yg berawalan keep calm :p

      Delete
  3. hidup adalah pilihan, mau pilih bahagia, damai, semua keputusan ada di tangan kita :)

    ReplyDelete
  4. diinget2 nih choose the right attitude

    ReplyDelete
  5. Betul sekali mbak, kita tak pernah bisa merubah takdir tapi kita bisa memilih cara untuk menyikapinya. Seperti penjumlahan seperti ini

    1 + ... = ...

    hasilnya adalah bagaimana kita mengambil sikap :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, meski gak mudah memilih sikap terbaik..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …