Skip to main content

Pentingnya Sebuah Reuni Keluarga

Sumber gambar dari sini




Saya alhamdulillaah bersyukur banget mempunyai keluarga yang jumlahnya cukup banyak. Mama saya berasal dari 12 bersaudara, jadi saya punya banyak bude, pakde, sepupu, keponakan sepupu, yang jumlah keseluruhannya sekarang udah ratusan. Jadi kalau reunian semuanya hadir, bakalan repot banget nih panitianya saking banyaknya anggota yang diurus :p

Dulu beberapa tahun yang lalu, keluarga mama sempat rutin mengadakan reuni yang diselenggarakan kurang lebih setahun sekali. Kalau gak menyewa tempat untuk acara reuni, bisa juga menggelar reuni di salah satu rumah saudara yang cukup luas. Tapi seringnya sih ya nyewa tempat. Karena jumlah anggota keluarga terlalu banyak kalau harus menginap di rumah.

Dengan adanya reuni keluarga seperti itu, kita jadi bisa lebih saling mengenal lagi antar sesama saudara. Pada acara reuni keluarga ada acara makan bersama, menyanyi bersama, membuat permainan untuk seru-seruan, ada acara tukar hadiah, sampai acara foto-foto bersama. Aktivitas-aktivitas tersebut tentu bisa membuat para anggota keluarga jadi semakin akrab.

Pastinya ini membuat silaturahmi antar anggota keluarga jadi semakin baik dan erat. Sebaiknya acara reuni keluarga seperti ini memang diadakan rutin, apakah setahun sekali, dua tahun sekali, atau minimal tiga tahun sekali. Menyiapkan acara reuni keluarga besar seperti ini memang membutuhkan biaya, waktu, dan energi yang lumayan juga, makanya gak perlu terlalu sering, khawatir malah jadi merepotkan.

Sayangnya, acara reuni di keluarga mama udah beberapa tahun ini gak diadakan secara khusus lagi. Paling beberapa tahun terakhir ini kita kumpul-kumpul keluarga kalau pas ada saudara yang mengadakan open house lebaran, tapi memang gak serame kalau ada acara reuni khusus. Tapi udah ada rencana reuni keluarga tahun depan, ya mudah-mudahan aja kali ini bisa terselenggara dengan lancar, aamiin.

Comments

  1. wah banyaknya 12 bersaudara..pasti seru dan rame kalau kumpul ya..

    ReplyDelete
  2. aku gak pernah reuni keluarga, soalnya keluarga besarku terpecah2
    gak mungkin disatukan soalnya beda aqidah
    kalau ketemu....aaah tahu deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang ya mbak.. Di keluarga besarku juga ada yang berlainan agama, tapi alhamdulillaah masih bisa silaturahmi kumpul2 keluarga :)

      Delete
  3. alhamduillah keluarga besar abah ibu saya masih aktif reunian meskipun keluarga inti sebagian sudah meninggal..dianjutkan oleh anak2nya biar nyambung silaturrahminya

    ReplyDelete
  4. Saya sering nya lebaran reuni keluarga itu pun dua taun sekali hiks..alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih mending ya mak, dibanding yang jarang banget atau gak pernah :)

      Delete
  5. Wah, 12 orang bersaudara yah mbak...
    Tapi memang orang tua jaman dulu kebiasaannya punya banyak anak yah mbak...
    Keluarga mama ku pun ada 8 bersaudara..hehehe...

    Iya memang kalau rutin diadakan reuni nya kita bakalan lebih tahu tentang kabar terbaru, siapa yang mau nikah, siapa yang baru lulus, siapa yang mau punya bayi lagi..hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, makin kesini makin sedikit jumlah anak dalam keluarga :)
      Betuuul, kita jadi saling tau kabar masing2 anggota keluarga..

      Delete
  6. Wahh...persis teman saya. Kalau resepsi perkawinan, dari keluarga sendiri saja sdh banyak. Trus harus punya simpanan dana kado, karna hampir tiap bulan ada undangan nikahnya , sepupu, keponakan atau cucu...Seruu!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru banget mak, apalagi pas kumpul2nya rameee :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …