Skip to main content

Selalu Ada Harapan

Sumber gambar dari sini




Kita harus yakin, bahwa akan selalu ada harapan bagi kita. Inilah yang membuat kita bisa terhindar dari rasa putus asa. Setiap hari kita hidup dengan harapan-harapan, dan harapan-harapan itu jugalah yang membuat kita tetap bertahan hidup. Saat kita berhenti berharap, saat itulah kita mematikan semangat juang kita, setidaknya semangat jiwa kita. 

Saat kita benar-benar hilang harapan, bukan raga kita yang mati tetapi jiwa kita. Ada pepatah, bahwa kematian yang terburuk adalah saat kita membiarkan jiwa kita mati sementara raga kita masih hidup. Itulah sebabnya, mempunyai harapan itu sangat penting. Tapi berharap di sini bukanlah berharap pada manusia, namun berharap pada Allah. 

Doa adalah harapan, keinginan adalah harapan, impian juga termasuk harapan, bahkan ucapan pun bisa jadi sebuah harapan. Semakin kuat harapan kita maka semakin baik. Jangan takut untuk memiliki harapan yang besar, dan jangan takut akan kecewa. Selama kita hanya berharap pada Allah, maka kita tak perlu khawatir akan hal-hal tadi. Tapi satu hal yang perlu kita garis bawahi, harapan itu haruslah sesuatu yang baik ya :) 

Seberat apapun ujian hidup yang kita alami, tetaplah berusaha untuk selalu berharap yang terbaik dari Allah. Segala kejadian hanya akan terjadi atas kuasa-Nya. Sekalipun keadaan terlihat begitu menyulitkan, tapi yakinlah jika Allah menghendaki sesuatu untuk terjadi maka pasti terjadilah. Sebab tak ada yang tak mungkin bagi-Nya. Tak ada yang tak bisa diwujudkan oleh-Nya, termasuk harapan-harapan kita. But we should remember one thing, sertailah harapan dengan usaha. 

So, be optimistic because there is always hope :)




*Self reminder*

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…