Skip to main content

Sepatu Sempit

Sumber gambar dari sini




Berbelanja online memang jauuuh lebih praktis dibanding kalau kita harus belanja offline mendatangi toko. Tapi, berbelanja online membutuhkan ketelitian yang lebih dibanding belanja offline. Terutama jika kita berbelanja di online shop yang baru pertama kali kita berbelanja di sana. Udah gitu barang yang kita beli pun merupakan barang yang memiliki ukuran, misal : sepatu. 

Sebenarnya saya pribadi gak pernah belanja sepatu di online shop. Jangankan sepatu, baju aja saya milih beli di offline, saya pikir untuk beberapa barang emang sebaiknya beli offline. Kaya sepatu nih ya, kan itu ada ukurannya, gimana kalau ternyata kesempitan atau kelonggaran. Ya meski udah dicocokkin ukuran sampai ke centimeternya, tetap aja bisa terjadi ternyata sepatu yang kita beli sempit atau longgar.

Dan itulah yang terjadi pada adik saya beberapa waktu lalu. Saya sangat menyayangkan banget soalnya sepatu yang dibeli itu tadinya untuk Alia. Tapi akhirnya gak kepakai deh karena ternyata sempit banget pas dipakai. Padahal ukuran sampai centimeternya udah dicocokkin. Saya gak tau ini tepatnya salah di mana tapi yang jelas online shop tersebut mengecewakan.

Jadi saya saranin adik saya untuk minta tukar dengan ukuran yang lebih besar. Karena ini sepatunya sama sekali gak kepakai. Ternyata gak bisa loh! Online shopnya menolak untuk ditukar dan gak ada solusi sama sekali. Akhirnya sepatu itu hanya tergeletak gitu aja di lemari :p Seharusnya online shop tersebut bisa memberikan solusi demi menjaga kualitas pelayanan pelanggan. Kalau kaya gini ya otomatis kita jadi kapok ya belanja di online shop itu lagi. Jangankan mau repeat order, ini judul testimoninya aja gak puas. 

Mudah-mudahan kita bisa lebih teliti lagi dalam berbelanja online, jangan sampai barang yang kita beli malah gak bisa dipakai karena gak sesuai dengan harapan. Begitu juga untuk para pemilik online shop mudah-mudahan semakin bisa bertanggung jawab dan memberikan yang terbaik bagi konsumennya, aamiin.


Comments

  1. wah sayang banget mak...emang kalo ada kesempatan keluar dan ngga cape enaknya sih cari barang sendiri ya liat langsung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, makanya saya lebih suka belanja offline :)

      Delete
  2. pengalaman saya beli baju di os, pas kegedean, Osnya bersedia tuker loh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kalau yang bagus kan gitu..jadi gak ngecewain konsumen :)

      Delete
  3. Mending dapat kebesaran ya, nanti-nanti masih bisa dipakai. Btw sepatunya lucu-lucu bangeet..suka!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak, kalau sempit gini jadi mubazir :p

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…