Skip to main content

Serba Salah

Pernah gak kamu merasa serba salah? Misalnya, saat diberi pekerjaan kamu mengeluh karena pekerjaan membuatmu sibuk, gak punya banyak waktu santai, banyak pusing soal urusan kantor, de el el. Padahal saat kamu gak punya pekerjaan kamu mengeluh gak punya uang, gak punya kesibukan, malu karena jadi pengangguran, de el el.

Kasus lain misalnya, saat sebelum menikah kamu begitu rajin memohon pendamping hidup, bahkan kamu rela berpuasa dan bertahajud untuk memperlancar doa-doamu mengenai jodoh. Kamu kerap mengeluh karena jodoh gak kunjung datang, sementara teman-temanmu udah lebih dulu mendahuluimu dalam hal pernikahan.

Tapi ternyata setelah kamu menikah, kamu mengeluh lagi akan rumah tanggamu yang kerap tak harmonis, suami yang tak sesuai harapan, atau perekonomian rumah tangga yang masih jauh dari mapan. Jadi ini maunya apa siiih? Dikasih keadaan begini salah, dikasih keadaan begitu masih salah juga. Ya, begitulah. Kita kerapkali bersikap serba salah menghadapi situasi dan kondisi dalam hidup.


Sumber gambar dari sini



Serba salah karena kita memang salah dalam memandang sesuatu. Kita terlalu fokus pada yang kurang, yang belum kita miliki. Inilah yang membuat kita akhirnya kurang bisa melihat sisi positif dari suatu keadaan dan mensyukurinya. Ujung-ujungnya ya mengeluh dan mengeluh deh. Padahal kalau kita bisa melihat keadaan yang kita alami saat ini sebagai sesuatu yang harus kita syukuri -apapun itu- kita tentu lebih mudah untuk menerima keadaan.

Comments

  1. bener bgt..intinya bersyukur, karenapasti ga pernah puas ya...apalagi kalu liatnya keatas terus ya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …