Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2014

Berbagi Masalah Membuat Kita Lebih Dekat

Saat kita memiliki masalah, biasanya kita butuh seseorang untuk kita membagi masalah kita dengan menceritakannya pada orang tersebut. Bisa orangtua, pasangan, keluarga, atau sahabat. Yang pasti orang tersebut tentunya adalah orang yang kita percaya dan membuat kita merasa nyaman bercerita. 

Berbagi masalah atau yang biasa kita sebut sharing memang memiliki manfaat bagi kita, selama kita memilih orang yang tepat sebagai tempat kita berbagi. Berbagi masalah membuat kita merasa lebih lega, karena beban yang kita miliki setidaknya telah sedikit berkurang. Selain itu, berbagi masalah dengan seseorang, juga bisa membuat hubungan kita dengan orang tersebut lebih dekat. 


Karena tak semua orang bisa menjadi tempat untuk kita berbagi masalah, tak banyak orang yang bisa hadir di saat kita sedang sedih atau membutuhkan bantuan. Saat kita berbagi masalah dengan seseorang, berarti kita telah bersikap terbuka padanya, kita memperlihatkan siapa diri kita (dengan segala permasalahan yang kita miliki), d…

Ingin Berubah? Tinggalkan Lingkungan yang Negatif

Lingkungan di sekitar, sedikit banyak ikut mempengaruhi cara berpikir ataupun tingkah laku kita. Tak masalah jika lingkungan tempat kita berada itu positif, sebab kita juga bisa terpengaruh oleh hal-hal yang positif. Bahayanya, jika lingkungan sekitar kita adalah lingkungan yang negatif, kita punya kecenderungan untuk ikut tertulari hal-hal yang negatif pula. 

Orang yang tak suka bergosip jika ia sering berada di lingkungan para penggosip, bisa jadi ia pun terpengaruh oleh lingkungan hingga kemudian menjadi penggosip juga. Seorang wanita yang sebenarnya tak hobi belanja, bisa jadi kecanduan belanja jika ia memiliki teman-teman  yang hobi belanja. Begitupun jika kita berada di lingkungan orang-orang yang suka berpikir negatif, kita punya kecenderungan untuk suka berpikir negatif juga. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. 

Namun hal tersebut gak mutlak begitu ya, selama kita punya iman dan kepribadian yang kuat, di manapun kita berada, kita tak akan mudah terpengaruh. Tapi coba deh ingat…

Jangan Mudah Mengumbar Janji

Mengucap janji adalah hal yang mudah, yang sulit yaitu melaksanakannya. Menepati janji bisa dikatakan wajib, karena janji juga dikategorikan sebagai hutang. Kecuali janji dalam hal yang buruk maka kita tak perlu menepatinya. Justru kita harus menolak untuk menepati janji dalam hal yang buruk, karena akan mendatangkan kemudharatan (kerugian).

Kita kerapkali begitu mudah mengucap janji, dan kemudian mengingkarinya. Entah karena lupa, tak ingin menepati, atau bisa jadi kita memang tak sanggup menepatinya. Ada orang yang begitu mudah mengucap janji, padahal ia sadar jika tak mampu menepatinya, atau memang tak berniat untuk menepatinya. Inilah yang bisa disebut janji palsu  -_-  Janji yang diucapkan tanpa kesungguhan atau keseriusan.



Janji sama sekali bukan hal yang sepele. Persoalan menepati dan mengingkari janji erat kaitannya dengan kepercayaan. Saat seseorang mengingkari janji, sama artinya dengan merusak kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Tentu kita akan sulit mempercayai seseor…

Jangan Menyalahkan Siapapun

Saat sesuatu yang buruk terjadi pada kita, terkadang kita menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan orang lain, sebagai pelampiasan dari rasa kekecewaan kita. Kedua hal tersebut adalah hal yang salah yang bisa kita lakukan. Jika kita menyalahkan diri sendiri, tentu kita akan merasa semakin terpuruk dan merasa sakit. 


Begitupun saat kita menyalahkan orang lain atas kejadian buruk yang kita alami, ini juga tak akan membuat keadaan kita jadi lebih baik. Jika benar orang yang kita salahkan tersebut bersalah, ini bisa membuat kita menyimpan rasa sakit hati atau bahkan dendam pada orang itu. Dan jika orang yang kita salahkan tersebut sebenarnya tak bersalah, maka kita telah berdosa karena menuduh orang lain melakukan sesuatu yang buruk pada kita. 

Tak ada manfaatnya menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain, sebab itu justru menjadikan keadaan kita makin buruk. Saat kita menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain, akan sulit bagi kita menemukan kedamaian. Sebab pada saat itu hati da…

Kekurangan Bukanlah Suatu Kesalahan

Tinggi badan saya gak sampai 150 cm, mata saya minus 4 dan bergantung dengan kacamata, gigi saya gak rapih dan warnanya gak putih, hal-hal itu adalah contoh dari kekurangan fisik yang saya miliki. Tapi kekurangan bukan hanya dari segi fisik, bisa juga dari segi non fisik, misal : saya memiliki karakter yang kaku, seringkali merasa kesulitan untuk berbasa-basi dengan orang-orang. Contoh lain, saya juga memiliki daya hapal yang rendah. Dan, masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang saya miliki. 

Setiap manusia tentu memiliki kekurangan, bedanya terletak pada bagaimana cara ia menyikapi kekurangannya. Ada orang-orang yang memiliki banyak kekurangan, karena ia tak pandai menyikapi kekurangannya, ada pula orang-orang yang hanya memiliki sedikit kekurangan karena ia pandai menyikapinya, bahkan mengubah kekurangan tersebut menjadi kelebihannya. 

Kekurangan dari segi fisik sekalipun jika kita pintar memanfaatkannya, maka akan jadi keuntungan. Misalnya, Mbak Elly Sugigi yang giginya tak rapih…

Kebiasaan Menunda

"Jika engkau di waktu sore, janganlah menunggu pagi, dan jika engkau di waktu pagi janganlah menunggu sore, dan pergunakanlah (beramallah diwaktu) sehatmu sebelum sakitmu dan pergunakan hidupmu sebelum kamu mati." (Hadist riwayat Bukhari).

Hadist di atas menjelaskan dengan tegas larangan menunda-nunda. Hadist di atas juga mengingatkan kita agar tak menyia-nyiakan waktu yang kita miliki. Karena penundaan menunjukkan bahwa kita belum mempergunakan waktu dengan baik. 

Menunda-nunda juga termasuk dalam kebiasaan yang buruk, yang merupakan godaan syaitan agar kita mengulur-ngulur waktu, seolah kita yakin kita masih memiliki banyak waktu ke depan. Padahal, kita tak bisa menjamin berapa lama waktu tersisa yang kita miliki di dunia ini. 




Biasanya, kebiasaan menunda-nunda ini datang saat kita akan berbuat sesuatu yang baik atau positif. Ini godaan agar kita menunda perbuatan baik, hingga akhirnya kita lupa untuk mengerjakan perbuatan baik tersebut. Intinya, kebiasaan menunda ini seringk…

Yang Menginspirasi

Kita membutuhkan motivasi agar bisa selalu semangat menjalani kehidupan, terutama di waktu-waktu yang sulit dan sedih. Sebagian besar motivasi yang kita dapat berasal dari sebuah inspirasi. Dan alhamdulillaah, inspirasi bisa kita temukan di mana aja dan kapan aja. Tiap-tiap orang punya sumber inspirasi yang berbeda-beda. Nah, kalau saya nih ya, biasanya inspirasi mudah ditemukan dari hal-hal berikut ini : 

Pertama, dari artikel-artikel di internet. Berhubung saya sehari-hari berkutat dengan internet, ya di sinilah ladang bagi saya mendapat hal-hal yang inspiratif. Baik itu dari personal blog yang isinya memotivasi, dari sebuah situs yang inspiratif, atau dari kumpulan quotes. Kita bisa memanfaatkan google untuk mencari topik inspiratif yang ingin kita baca. Sumbernya bisa dari dalam dan luar negeri. 


Kedua, dari buku tentang motivasi. Meski saya udah agak lama gak baca buku, tapi saya pernah mengalami begitu terinpirasi oleh buku-buku yang saya baca. Bahkan pernah satu waktu, saya meras…

Sehat Secara Menyeluruh

Meski kata sehat lebih banyak diidentikkan dengan fisik atau kesehatan fisik, namun sebenarnya sehat itu bukan hanya persoalan fisik semata, ada sehat-sehat dalam cakupan yang lain. Sehat yang sesungguhnya adalah sehat yang menyeluruh, yaitu sehat secara fisik, sehat secara mental, sehat secara emosional, dan terakhir yaitu sehat secara spiritual.


Sehat secara fisik adalah sehat yang berkaitan dengan fisik, artinya kita sehat secara jasmani, di mana seluruh anggota tubuh kita bisa berfungsi dengan baik. Sedangkan sehat secara mental adalah sehat yang berkaitan dengan pikiran dan intelektual. Orang yang sehat secara mental yaitu orang-orang yang memiliki pikiran yang positif dan mampu berpikir dengan baik.

Sehat secara emosional yaitu sehat yang berkaitan dengan hati atau perasaan. Orang yang sehat dari segi emosional adalah mereka yang memiliki hati yang bersih, terhindar dari penyakit-penyakit hati. Dan yang terakhir, yaitu sehat secara spiritual adalah sehat yang berkaitan dengan jiwa…

Jika Kita Tak Mendapatkannya Berarti Itu Bukan yang Terbaik untuk Kita

Kita pasti pernah mendapatkan penolakan. Ditolak oleh orang yang kita cintai, ditolak oleh perusahaan tempat kita melamar pekerjaan, ditolak penerbit setelah kita membuat naskah tulisan berbulan-bulan, atau penolakan-penolakan lainnya yang kita temukan dalam kehidupan kita. Penolakan-penolakan semacam ini tentu pernah kita alami. Setidaknya beberapa kali dalam hidup, kita akan merasakan bagaimana kecewanya mendapat penolakan. 

Sayangnya, penolakan kadang membuat kita merasa terlalu kecewa, sakit hati, kemudian sedih berkepanjangan. Ini karena kita melihat sebuah penolakan dari sudut pandang yang negatif. Kita menganggap penolakan tersebut terjadi karena kesalahan atau kekurangan kita. Kita kadang merasa rendah diri akibat sebuah penolakan. Jika kita melihat penolakan dari sudut pandang negatif, akhirnya ini akan melemahkan kita. Jadi, ubahlah sudut pandang kita mengenai penolakan.




Penolakan bukan berarti kita tak layak menerima apa yang kita harapkan tersebut. Penolakan berarti kita men…

Tetap Rendah Hati dan Kuat

Tetaplah rendah hati dan kuat dalam menyikapi keberhasilan dan juga kegagalan. Sikap seperti ini bisa membuat kita bahagia dan sukses dalam waktu yang lebih lama. Jangan besar kepala saat kita mendapat keberhasilan atau sedang berada di posisi yang tinggi. Dan juga jangan bersikap lemah dan rendah diri saat kita mengalami kegagalan atau keterpurukan. 

Saat kita sedang dalam posisi tinggi, kita memang lebih mudah untuk merasa berbangga diri, merasa sudah lebih baik dari orang lain, ini juga bisa mendorong kita pada sikap sombong. Kita seolah lupa, bahwa sebenarnya keberhasilan kita juga merupakan ujian dari Allah. Keberhasilan seharusnya membuat kita jadi lebih baik, dengan semakin banyak memberi manfaat pada orang lain, semakin banyak bersyukur, serta semakin rendah hati.

Namun, sesukses atau setinggi apapun keberhasilan kita, kita juga tak akan luput dari ujian berupa kegagalan. Tak ada seorangpun yang sukses tanpa ia pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Justru kegagalan tersebut…

My Gratitude

Alhamdulillaah, di postingan kali ini saya hanya ingin mengungkapkan betapa bersyukurnya saya. Masih diberi kesehatan, meski beberapa hari terakhir ada sedikit keluhan seputar kesehatan, tapi selama saya masih bisa beraktivitas, masih bisa makan dan minum, masih bisa jalan-jalan bareng keluarga, masih bisa membuat tulisan, dan masih bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, saya merasa sehat :) Sakit-sakit sedikit mah gak perlu dibesar-besarin lah ya..

Saya juga bersyukur masih dikelilingi oleh keluarga tersayang. Alia, mama, adikku, mereka adalah keluarga kecilku yang membuat hari-hariku lebih berarti. Sampai detik ini saya masih merasa takjub dengan kehadiran Alia. Saya gak pernah menyangka ternyata memiliki anak benar-benar membuat saya tau seperti apa itu cinta sejati, unconditional love. I love you so much, i love you to the fullest baby.. 

Saya juga bersyukur banget bisa bekerja sebagai penulis konten. Because i really love writing. Saya gak merasa seperti sedang bekerja saat sedang …

Berpikir Dulu Sebelum Curhat

Wanita memang memiliki kecenderungan untuk lebih mudah curhat dibanding pria. Bukan hanya saat senang saja, kita begitu mudahnya menceritakan kebahagiaan kita, namun juga saat kita sedang sedih, kita kerapkali merasa 'harus' bercerita tentang hal-hal yang kita sedang alami tersebut. Ya, meski tak semua wanita seperti ini, karena ada juga wanita yang mampu menyimpan kisah-kisah dalam hidupnya dengan rapat tanpa harus curhat pada orang lain. 


Curhat bukanlah hal yang buruk selama kita menyampaikannya pada orang yang tepat, bukan dengan tujuan untuk menjelek-jelekkan orang lain, dan tak mendatangkan kemudharatan (kerugian) bagi kita maupun orang lain. Yang harus kita perhatikan di sini yaitu berpikirlah dulu sebelum kita akan curhat pada orang lain. Apakah ketiga hal tersebut telah terpenuhi? 

Pertama, tak semua orang bisa kita jadikan teman curhat, bahkan tak banyak jumlah teman curhat yang betul-betul bisa disebut sebagai teman curhat yang baik. Teman curhat yang baik adalah tema…

Kebaikan Hati Lebih Penting Dari Kecantikan

Tertarik pada seseorang karena penampilan fisiknya memang bukanlah hal yang sulit. Siapa coba yang gak senang dengan wanita cantik ataupun lelaki tampan? Tapi, untuk membina sebuah hubungan (asmara, pertemanan, ataupun relasi) yang langgeng dalam jangka waktu panjang, kita tak bisa mengandalkan penampilan fisik semata. Ada yang jauh lebih penting dari penampilan fisik, yaitu keadaan batin seseorang. 

Tertarik secara fisik, pada awalnya memang bisa membuat kita merasa kagum, jatuh hati, atau bahkan tergila-gila. Tapi hal seperti itu tak terjadi untuk selamanya. Sebab tampilan fisik seseorang sifatnya tak abadi, pasti akan berubah seiring dengan bertambahnya usia. Hukum alam ya. Kecantikan dan ketampanan lahiriah akan memudar saat kita semakin menua. 


Lain halnya dengan keadaan batin kita, ini bisa bersifat abadi. Meski ada kalanya berubah, tapi sebuah karakter, sifat, ataupun kebiasaan dan sikap yang mendarah daging kemungkinannya kecil untuk bisa berubah. Saat kita mulai betul-betul men…

Tulislah Prioritasmu Setiap Pagi

Bicara masalah waktu, hal yang paling penting kita lakukan berkaitan dengan waktu adalah memanfaatkannya sebaik mungkin. Setiap orang pada dasarnya memiliki waktu yang sama setiap harinya, yaitu 24 jam. Yang membedakannya adalah cara pengaturannya. Dan hal pertama yang harus kita lakukan saat akan mengatur waktu adalah dengan membuat prioritas, jadi kita menentukan mana yang harus kita dahulukan dan lakukan lebih dulu.

Sebaiknya, prioritas ini dibuat harian. Tapi kalau gak bisa, kita bisa buat untuk jangka waktu mingguan, atau bulanan. Tapi tetap deh, lebih baik kalau dibuat harian / per hari ya, supaya lebih dinamis. Karena bisa aja, prioritas hari ini beda dengan prioritas kita esok hari. 

Setiap pagi, atau bisa juga di malam hari sebelumnya, buatlah beberapa prioritas aktivitas yang akan kita lakukan pada hari itu. Tak perlu banyak-banyak, cukup buat antara 3 sampai 5 point. Kalau kebanyakan khawatir jadi beban, dan kalau terlalu sedikit bisa jadi kita akan bosan, karena seharian han…

Bersyukurlah, Sekarang!

Biasanya kita lebih mudah ingat untuk bersyukur itu di saat kita sedang bahagia ya. Saat kita mendapat kesenangan, mendapat keberhasilan, atau mendapat rezeki kita tentu bersyukur. Padahal, bersyukur tak perlu menunggu kita bahagia. Karena sebenarnya rasa syukur itu sendirilah yang juga bisa mendatangkan kebahagiaan pada diri kita. 

Saat kita bersyukur, otomatis pikiran kita akan berusaha mencari dan mengingat hal-hal baik yang kita alami dan miliki saat ini. Dan itu pasti ada, sebab dalam kondisi apapun kita selalu punya hal-hal yang bisa disyukuri. Saat bersyukur, pikiran kita akan terfokus pada hal-hal baik yang kita miliki, dan ini baik untuk jiwa serta pikiran kita. 

Seringkali hal-hal kecil yang terlihat sepele, jika kita mengingatnya dan kemudian mensyukurinya, kita akan sadar bahwa hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita adalah hal yang patut dihargai dan kita syukuri. Saat kita masih bisa tersenyum, masih bisa bisa menikmati segelas air, masih bisa merasakan segarnya udara, …

Tergantung Cara Berpikir Kita

Dunia ini tak hanya diisi oleh hal-hal baik, tapi juga diisi dengan hal-hal yang sebaliknya. Tapi, terkadang baik atau buruknya sesuatu itu tergantung dari cara berpikir kita sendiri. Tergantung dari bagaimana sudut pandang kita melihat sebuah kejadian. Kejadian buruk bisa saja jadi kebaikan pada akhirnya, jika kita melihat dari sisi positif. Sebaliknya, kejadian baik sekalipun jika cara pandang kita negatif, hasilnya akan terlihat sebagai sesuatu yang buruk.


Maka, baik buruknya sesuatu akan berbeda-beda bagi tiap orang. Hal itu tergantung dari cara berpikir dari orang tersebut. Saat si A mengalami hal buruk, belum tentu jika si B yang mengalami hal tersebut akan jadi keburukan pula. Karena cara berpikir tiap-tiap orang tak sama. 

Sebenarnya, setiap kejadian bisa menjadi baik asal kita mau memandangnya dari sisi positif dan mengambil sisi positifnya. Ingat, bahwa dari setiap kejadian yang Allah tetapkan, didalamnya pasti mengandung hikmah, tak ada yang sia-sia dan tanpa maksud didalamny…

Gak Ada Waktu! Benarkah?

Kalau kita sedang sibuk, kita sering merasa waktu sehari 24 jam itu rasanya gak cukup ya. Mau baca buku gak sempat, mau silaturahmi mengunjungi sahabat gak sempat juga, atau mau hadir ke acara pengajian masih gak sempat juga, dan masih banyak lagi sederet aktivitas bermanfaat yang sebetulnya kita bisa lakukan, tapi kita berdalih gak sempat. Gak sempat, artinya kita gak ada waktu untuk melakukan hal itu. 



Namun, sebenarnya bukan gak ada waktu atau gak sempat, tapi memang sengaja gak menyempatkan waktu yang kita miliki untuk hal-hal tersebut. Waktu 24 jam sehari yang Allah berikan untuk kita, itu diberikan pada kita secara gratis dan kitapun diberi kebebasan untuk mengatur atau mengelola waktu tersebut. Apakah akan kita gunakan untuk melakukan aktivitas ini dan aktivitas itu, semuanya kita sendiri yang memilih dan mengaturnya. 

Jadi, saat kita merasa gak sempat melakukan berbagai aktivitas yang sebenarnya bermanfaat, itu karena kita belum pintar mengatur waktu dengan baik. Kita selalu pun…

Belajar Dari Kesalahan

Tak ada seorangpun yang luput dari berbuat salah. The point is not how much we do the wrong things, but how much we learn from our mistakes and get the lessons from it. Sebab kita tak bisa menjadi orang yang bersih dari perbuatan salah, tapi kita selalu bisa belajar dari setiap kesalahan yang kita perbuat. Bisa jadi, sebuah kesalahan akan membuat hidup kita jadi lebih baik, jika kita betul-betul bisa belajar dari kesalahan.

Tapi, untuk bisa belajar dari sebuah kesalahan bukanlah hal yang mudah. Hal pertama yang harus kita lakukan jika ingin belajar dari sebuah kesalahan, yaitu kita perlu menyadari bahwa kita telah melakukan kesalahan. Ini adalah langkah awal agar sebuah kesalahan tak menjadi penumpuk dosa. Kita tak mungkin berkeinginan untuk memperbaiki sebuah kesalahan, jika kita sendiri tak merasa bersalah dan tak menyadari kesalahan yang kita perbuat. 



Setelah menyadari kesalahan yang kita perbuat, kemudian menyesalinya, kita juga harus berusaha untuk menjauhi kesalahan tersebut (men…

The Ultimate Book Tag

Beberapa hari yang lalu, saya dapat mention dari Mak Kania di twitter. Ternyata, saya dapat estafet "The Ultimate Book Tag". Wah, asyik juga nih buat seru-seruan. So, here we go..inilah jawaban-jawaban saya dari 25 pertanyaan yang diajukan melalui "The Ultimate Book Tag". Sebelumnya, terima kasih banyak ya Mak Kania atas mentionnya :) I really appreciate it, it's my pleasure to answering all of these questions.

1. Do you get sick while reading in the car?

Saya itu jarang banget baca di mobil, paling juga baca message di handphone. Tapi kalau baca buku kelamaan di dalam mobil, iya ujung-ujungnya pusing. 

2. Which author's writing style is completely unique to you and why?

Skip ya :p 

3. Harry Potter Series or The Twilight Saga? Give 3 points to defend your answer.

Not both :) Because, no, no, and no. Too fantasy, i don't like it -_-

4. Do you carry a book bag? If so, what is it in (besides books)?

Udah gak pernah bawa-bawa buku ke mana-mana. Sekarang lebih suka …

Tau Kapan Harus Berkata "I Give Up"

Sometimes, kata-kata never give up or don't give up menjadi tak berlaku lagi jika kita dihadapkan pada situasi permasalahan yang membuat kita benar-benar terjebak di dalamnya. Dalam arti, permasalahan tersebut sudah benar-benar seperti gunung es yang akan pecah. Kita tak mungkin memaksa maju. Lebih baik mundur meninggalkan gunung tersebut, bukan berarti kita kalah, takut, atau pengecut, namun ada saatnya kita harus mengatakan, "I give up", untuk memulai dari awal lagi sesuatu yang lebih baik.


Tapi, kata-kata "I give up" hanya dikeluarkan pada sebuah situasi yang memang sudah mencapai titik maksimal dari usaha kita untuk memperbaikinya. Saat kita sudah berusaha sekuat tenaga serta mengorbankan banyak hal, namun takdir berjalan tak sesuai dengan harapan. Ada hal-hal yang tak bisa kita paksakan. Pada saat seperti itulah kita harus membuat keputusan, dan berkata "I give up".

"I give up", bukan berarti benar-benar menyerah untuk kemudian kita terja…

Ada yang Mendukung, Ada Juga yang Menentang

Hidup itu benar-benar sebuah perjuangan, termasuk saat kita menghadapi orang-orang yang tak sependapat dengan kita, yang menentang apa yang kita lakukan, ataupun mereka yang tak menyukai kita. Sebaik apapun kita, akan selalu ada orang-orang yang tak sejalan dengan kita, tapi kita tetap harus menghadapi mereka, sebab mereka ada di sekeliling kita. Mereka hadir sebagai ujian bagi kita.

Kita tau bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Meski begitu, banyak orang yang menjadi penentang beliau. Justru semakin baik dan tinggi posisi kita, akan semakin banyak pula orang-orang yang dijadikan Allah sebagai ujian bagi kita. Yaitu mereka yang tak sejalan dengan kita, yang menentang, atau tak suka dengan kita.

Lalu apa yang kita lakukan menghadapi orang-orang yang tak sejalan dengan kita atau mereka yang menentang kita? The first step is, calm down..dear. Keep your attitude to stay kind. Kita tak bisa memaksa orang lain bersikap sesuai dengan keingi…

Pintar Memilih Kritikan

Tak ada orang sukses yang tak pernah mengalami kritikan. Justru semakin sukses seseorang, semakin banyak ia mengalami kritikan. Saat ada orang yang memberi kritikan pada kita, sisi positif pertama yang bisa kita ambil adalah berarti ada orang yang memperhatikan kita. Sebab tak mungkin seseorang memberi kritik jika tak memperhatikan kita lebih dulu.

Ada dua macam kritikan yang kita terima. Pertama, yaitu kritikan yang disampaikan atas dasar kebaikan, di mana mereka ingin kita jadi lebih baik. Ini adalah kritikan yang sifatnya jujur dan bertujuan untuk membangun kita ke arah yang lebih baik. Kritikan seperti ini disampaikan oleh orang-orang yang memang mendukung kita. Kita harus bersyukur dan berterima kasih untuk kritik seperti ini. Setelah itu, pelajari dan evaluasi kritikan tersebut.



Jenis kritikan yang kedua, yaitu kritikan yang disampaikan atas dasar rasa ketidaksukaan, yang mana kritikan seperti ini hanya bertujuan untuk menyakiti kita. Kritikan ini disampaikan oleh orang-orang yang…

Menangislah...

Menangis adalah hal pertama yang dilakukan manusia ketika lahir ke dunia. Meskipun begitu, ada juga bayi yang tak menangis saat lahir, tapi justru orangtuanya akan merasa cemas dan bertanya-tanya mengapa anaknya tak terlihat memberi respon saat ia melihat dunia, sesuatu yang baru pertama kali dilihatnya. 

Menangis itu bukanlah sesuatu yang negatif, meski ada sebagian orang yang malu untuk menangis, terutama di depan orang lain. Orang yang mudah menangis kerap dikatakan cengeng, padahal itu justru menunjukkan kelembutan hati orang tersebut yang begitu mudah tersentuh. Karena tak ingin disebut cengeng, sebagian orang menyembunyikan perasaan mereka dan menghindar dari menangis.


Menangis itu merupakan luapan emosi kita. Biasanya timbul dari perasaan sedih, sakit, ataupun marah. Dengan menangis, akan membuat kita merasa lega. Menangis memang tak bisa menyelesaikan masalah atau menghilangkan kesulitan yang kita hadapi, tapi menangis bisa melepaskan emosi negatif yang terjebak di dalam hati ki…

Bangun Pagi dan Awali Hari Dengan Aktivitas Positif

Saya salah satu orang yang sangat percaya, bahwa bangun pagi atau bangun Subuh itu 1000 X lebih baik dibanding bangun siang. Lebay? Enggak. Bukan hanya ini petunjuk dari Allah dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam saja, tapi bagi orang yang non muslim pun, banyak yang meyakini bahwa bangun pagi itu memiliki efek positif bagi kita. 


Bangun pagi bukan hanya baik bagi kesehatan tubuh kita, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan otak kita. Waktu pagi adalah waktu yang paling produktif bagi tubuh kita untuk beraktivitas. Coba aja kamu bandingkan, melakukan sesuatu di pagi hari dengan di siang atau sore hari, waktu mana yang lebih mudah untuk kamu merasa bersemangat? Pasti pagi hari. 

Kalau untuk muslim, tepatnya bukan bangun pagi ya, tapi bangun Subuh untuk menunaikan kewajiban Shalat Subuh. Tapi, yang paling bagus, jika kita bisa bangun sebelum Subuh, sehingga bisa shalat Subuh di awal waktu. Nah, setelah shalat Subuh inilah, waktu yang seringkali malah kita pakai untuk kembali melan…

Mensugesti Hal-hal Positif Pada Diri Sendiri

Sebagai manusia, kita memang tak bisa lepas dari segala perasaan dan pikiran yang mengganggu, seperti rasa cemas, ragu-ragu, takut, pesimis, serta pikiran atau perasaan negatif lainnya. Rasanya, ada saja hal-hal yang mengarahkan kita pada sekian hal negatif tersebut. Bahkan ada orang-orang yang memang begitu mudah merasakan hal-hal negatif, seperti rasa cemas, ragu-ragu, dan lain-lain.

Ada satu hal yang bisa kita coba lakukan saat terserang perasaan dan pikiran yang negatif, yaitu mensugesti diri kita dengan hal-hal yang positif. Mensugesti diri sendiri artinya kita mengarahkan perasaan dan pikiran kita menuju hal-hal yang kita inginkan. Sebab, sesungguhnya kita adalah pemegang kendali dari pikiran dan perasaan kita sendiri, orang lain ataupun keadaan di sekitar kita hanya memberi pengaruh. Tapi, diri kita sendirilah yang memiliki kendali untuk merasakan atau berpikir A, B, atau C. Kitalah yang bertanggung jawab atas segala perasaan dan pikiran kita.



Cara mensugesti diri sendiri adalah …