Skip to main content

Ada yang Mendukung, Ada Juga yang Menentang

Sumber gambar : entrepeneur.com

Hidup itu benar-benar sebuah perjuangan, termasuk saat kita menghadapi orang-orang yang tak sependapat dengan kita, yang menentang apa yang kita lakukan, ataupun mereka yang tak menyukai kita. Sebaik apapun kita, akan selalu ada orang-orang yang tak sejalan dengan kita, tapi kita tetap harus menghadapi mereka, sebab mereka ada di sekeliling kita. Mereka hadir sebagai ujian bagi kita.

Kita tau bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Meski begitu, banyak orang yang menjadi penentang beliau. Justru semakin baik dan tinggi posisi kita, akan semakin banyak pula orang-orang yang dijadikan Allah sebagai ujian bagi kita. Yaitu mereka yang tak sejalan dengan kita, yang menentang, atau tak suka dengan kita.

Lalu apa yang kita lakukan menghadapi orang-orang yang tak sejalan dengan kita atau mereka yang menentang kita? The first step is, calm down..dear. Keep your attitude to stay kind. Kita tak bisa memaksa orang lain bersikap sesuai dengan keinginan kita. Sebab kita memang tak bisa mengendalikan orang lain, tapi kita bisa mengendalikan diri kita sendiri. 

Jangan biarkan orang-orang yang menentang kita tersebut memberikan efek negatif terhadap diri kita. Sebaliknya, berusahalah memandang hal tersebut dari sisi yang positif. Yakinlah, pasti ada sisi positif yang bisa kita ambil, termasuk dari kejadian tak menyenangkan yang kita alami. Jadi, selama kita berada di jalur yang benar, maju terus :)

Whatever we do in our lives, there will always be someone who will like or don't like. But, that's ok. Keep carry on!




*Self reminder*

Comments

  1. aku setuju dengan "Kita tak bisa memaksa orang lain bersikap sesuai dengan keinginan kita.", Mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, meski kadang suka ingin begitu :p heee..

      Delete
  2. Dengarkan apa kata suara hati ya Mak, mantap dengan ridho Allah akan memberikan kebaikan

    ReplyDelete
  3. iya mba..jangan sampai terpengaruh sama emosi negatif org lain ya..nice post mba :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …