Skip to main content

Berbagi Masalah Membuat Kita Lebih Dekat

Saat kita memiliki masalah, biasanya kita butuh seseorang untuk kita membagi masalah kita dengan menceritakannya pada orang tersebut. Bisa orangtua, pasangan, keluarga, atau sahabat. Yang pasti orang tersebut tentunya adalah orang yang kita percaya dan membuat kita merasa nyaman bercerita. 

Berbagi masalah atau yang biasa kita sebut sharing memang memiliki manfaat bagi kita, selama kita memilih orang yang tepat sebagai tempat kita berbagi. Berbagi masalah membuat kita merasa lebih lega, karena beban yang kita miliki setidaknya telah sedikit berkurang. Selain itu, berbagi masalah dengan seseorang, juga bisa membuat hubungan kita dengan orang tersebut lebih dekat. 

Sumber gambar : bigstockphoto.com

Karena tak semua orang bisa menjadi tempat untuk kita berbagi masalah, tak banyak orang yang bisa hadir di saat kita sedang sedih atau membutuhkan bantuan. Saat kita berbagi masalah dengan seseorang, berarti kita telah bersikap terbuka padanya, kita memperlihatkan siapa diri kita (dengan segala permasalahan yang kita miliki), dan berusaha jujur pada orang itu. Semua hal tersebut membuat orang lain lebih mengenal kita. Apalagi jika hal ini terjadi timbal balik, dalam arti orang itu juga berbagi masalahnya dengan kita, maka akan tercipta hubungan yang lebih dekat lagi.

Jika kita ingin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan seseorang, tak ada salahnya jika kita mempercayakan dia untuk menjadi tempat kita berbagi masalah (selama dia memang orang yang tepat). 

Comments

  1. biasanya aku pilih-pilih, mak. yang paling deket dan bisa dipercaya. bisa bikin rada enakan ya kalo pas lagi ada masalah berat. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …