Skip to main content

Berpikir Dulu Sebelum Curhat

Wanita memang memiliki kecenderungan untuk lebih mudah curhat dibanding pria. Bukan hanya saat senang saja, kita begitu mudahnya menceritakan kebahagiaan kita, namun juga saat kita sedang sedih, kita kerapkali merasa 'harus' bercerita tentang hal-hal yang kita sedang alami tersebut. Ya, meski tak semua wanita seperti ini, karena ada juga wanita yang mampu menyimpan kisah-kisah dalam hidupnya dengan rapat tanpa harus curhat pada orang lain. 


Sumber gambar : voa-islam.com

Curhat bukanlah hal yang buruk selama kita menyampaikannya pada orang yang tepat, bukan dengan tujuan untuk menjelek-jelekkan orang lain, dan tak mendatangkan kemudharatan (kerugian) bagi kita maupun orang lain. Yang harus kita perhatikan di sini yaitu berpikirlah dulu sebelum kita akan curhat pada orang lain. Apakah ketiga hal tersebut telah terpenuhi? 

Pertama, tak semua orang bisa kita jadikan teman curhat, bahkan tak banyak jumlah teman curhat yang betul-betul bisa disebut sebagai teman curhat yang baik. Teman curhat yang baik adalah teman curhat yang benar-benar bisa dipercaya, serta bisa memberikan masukan yang obyektif dan positif. Jangan sampai setelah curhat pada orang lain, malah muncul masalah baru karena teman curhat tersebut tak bisa menjaga kerahasiaan cerita kita. Atau bisa juga setelah curhat, permasalahan kita malah makin 'panas' karena teman curhat memberi masukan yang subyektif (gak netral).  

Kedua, saat curhat, kita juga kadang melakukan itu hanya untuk mengeluarkan emosi kita. Akhirnya, yang keluar dari mulut kita sebagian besar berupa kekesalan kita pada orang lain. Tanpa kita sadari, hal ini membuat kita menjelek-jelekkan orang lain. Lalu apa yang kita dapat? Kelegaan yang semu. Emosi kita boleh jadi mereda, tapi dosa kita bertambah akibat keburukan yang kita lakukan. 

Terakhir, jangan sampai curhat kita mendatangkan kemudharatan. Tak semua hal bisa kita share pada orang lain, salah satu hal yang dilarang untuk kita menceritakannya pada orang lain yaitu urusan 'ranjang', ini benar-benar sebuah rahasia rumah tangga yang harus dijaga. Jika kita melakukan hal ini, tentu ini menjadi sebuah kemudharatan, sebab merupakan hal yang dilarang. 

Jadi, berpikirlah dulu sebelum curhat pada orang lain :) Sebaiknya, pilihlah Allah sebagai tempat curhat kita yang utama. Sebab siapapun orangnya yang kita jadikan teman curhat, pada akhirnya hanya Allah lah yang memberi jalan keluar atas segala permasalahan kita. 




*Self reminder*

Comments

  1. Jadi jelas beda ya.. kalau curhat tujuannya utk cari solusi pasti pilih orang spt ustadz atau psikolog. Klw sekedar pelampiasan ya nggak dpt apa2 kecuali masalah makin melebar.

    ReplyDelete
  2. saya pribadi selalu curhat dengan orang yang saya yakin ga ember.. my mom.. aman dan dapet solusi.. Kalo sama Allah biasanya sampe nangis nangis... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, mama biasanya jadi teman curhat yang menyenangkan buat kita :)

      Delete
  3. saya jarang curhat mak, dari dulu sampai






    saya dari dulu jarang curhat mak, curhatnya dg menulis cepen dan puisi



    ReplyDelete
  4. Memang harus hati2 ya... Kalau emosi curhatnya bisa kebablasan. Thanks for sharing ya Mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak :) lebih baik jangan curhat kalau kita lagi emosi mak :p tunggu tenang dulu supaya bisa berpikir jernih..

      Delete
  5. Setuju mak. Makasih buat remindernya. Perngatan juga buat saya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …