Skip to main content

Bukan Hanya Berpikir Positif, Tapi Optimislah

Sumber gambar dari sini




Orang-orang yang sukses dan bahagia adalah mereka yang selalu berusaha melihat sisi positif dari setiap kejadian dalam hidupnya. Mereka menyingkirkan pikiran-pikiran negatif yang justru bisa melemahkan jiwa dan mental mereka. Orang yang berpikiran positif selalu berusaha melihat sisi baik serta berkhusnudzan pada segala sesuatu. Pikiran kita ada di bawah kendali kita, kita memiliki kemampuan untuk mengelola pikiran kita sendiri. 

Tapi tak hanya diperlukan pikiran yang positif aja untuk bisa benar-benar sukses dan bahagia, tapi juga diperlukan sikap optimis. Optimis lebih dari sekadar berpikir positif, di dalam sikap optimis ada keyakinan diri serta harapan yang besar dari dalam diri kita. Rasa optimis akan maksimal saat kita menyertakan Allah. Kita yakin bahwa Allah akan memberi yang terbaik, yakin bahwa Allah akan mewujudkan doa dan harapan kita, serta yakin bahwa tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk diwujudkan. Selama kita berharap hanya pada Allah, jangan pernah takut untuk memiliki harapan yang besar pada-Nya.

Orang-orang yang optimis bukan berarti mereka selalu mendapatkan hal-hal baik dalam hidupnya. Tapi yang pasti, orang yang optimis akan lebih baik dalam menghadapi permasalahan hidup dibanding mereka yang pesimis. Orang yang optimis juga akan lebih sehat, baik secara lahir maupun batin. Sebab orang yang optimis akan memiliki jiwa dan mental yang kuat. Jiwa dan mental yang kuat inilah yang akan membuat raga kita jadi lebih sehat. Itu sebabnya, orang-orang yang sedang sakit selalu diminta untuk optimis :)





*Self reminder*

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…