Skip to main content

Jangan Menyalahkan Siapapun

Saat sesuatu yang buruk terjadi pada kita, terkadang kita menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan orang lain, sebagai pelampiasan dari rasa kekecewaan kita. Kedua hal tersebut adalah hal yang salah yang bisa kita lakukan. Jika kita menyalahkan diri sendiri, tentu kita akan merasa semakin terpuruk dan merasa sakit. 

Sumber gambar : inspirably.com

Begitupun saat kita menyalahkan orang lain atas kejadian buruk yang kita alami, ini juga tak akan membuat keadaan kita jadi lebih baik. Jika benar orang yang kita salahkan tersebut bersalah, ini bisa membuat kita menyimpan rasa sakit hati atau bahkan dendam pada orang itu. Dan jika orang yang kita salahkan tersebut sebenarnya tak bersalah, maka kita telah berdosa karena menuduh orang lain melakukan sesuatu yang buruk pada kita. 

Tak ada manfaatnya menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain, sebab itu justru menjadikan keadaan kita makin buruk. Saat kita menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain, akan sulit bagi kita menemukan kedamaian. Sebab pada saat itu hati dan pikiran kita dipenuhi oleh energi negatif, yang membuat kita sulit berpikir jernih.

Saat ada kejadian buruk, apakah berupa kegagalan, musibah, atau ujian berat yang kita alami, lebih baik kita tetap berpikir positif, mengambil hikmah dan menjadikannya bahan introspeksi diri. Dengan begitu kita akan lebih kuat menjalaninya. Sebab setiap kejadian terjadi atas kehendak Allah, dan yakinlah setiap kejadian yang ditakdirkan-Nya adalah yang terbaik, meski pada awalnya kejadian tersebut terlihat buruk, tapi pasti ada hikmahnya.




*Self reminder*

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …