Skip to main content

Jika Kita Tak Mendapatkannya Berarti Itu Bukan yang Terbaik untuk Kita

Kita pasti pernah mendapatkan penolakan. Ditolak oleh orang yang kita cintai, ditolak oleh perusahaan tempat kita melamar pekerjaan, ditolak penerbit setelah kita membuat naskah tulisan berbulan-bulan, atau penolakan-penolakan lainnya yang kita temukan dalam kehidupan kita. Penolakan-penolakan semacam ini tentu pernah kita alami. Setidaknya beberapa kali dalam hidup, kita akan merasakan bagaimana kecewanya mendapat penolakan. 

Sayangnya, penolakan kadang membuat kita merasa terlalu kecewa, sakit hati, kemudian sedih berkepanjangan. Ini karena kita melihat sebuah penolakan dari sudut pandang yang negatif. Kita menganggap penolakan tersebut terjadi karena kesalahan atau kekurangan kita. Kita kadang merasa rendah diri akibat sebuah penolakan. Jika kita melihat penolakan dari sudut pandang negatif, akhirnya ini akan melemahkan kita. Jadi, ubahlah sudut pandang kita mengenai penolakan.


Sumber gambar : inspirably.com


Penolakan bukan berarti kita tak layak menerima apa yang kita harapkan tersebut. Penolakan berarti kita mendapat kesempatan untuk memperoleh yang lebih baik lagi dari yang kita harapkan itu. Intinya, jika kita tak mendapatkan apa yang kita inginkan, berarti hal itu bukan yang terbaik untuk kita miliki. Allah Yang Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi kita, jadi saat kita dihindarkan dari sesuatu, artinya hal itu memang bukan yang terbaik untuk kita. 

Kita juga harus meyakini bahwa ada hal-hal yang memang tak ditakdirkan untuk menjadi milik kita. Sekuat dan sebaik apapun usaha kita, jika hal tersebut tak ditakdirkan menjadi milik kita, maka kita tak akan sanggup memaksakannya menjadi milik kita. 

Saat kita mengalami penolakan, terimalah dengan besar hati. Semangatlah untuk memperbaiki diri, maka sesuatu yang tepat dan lebih baik, kelak akan datang menghampiri kita sebagai gantinya :) 




*Self reminder*

Comments

  1. Thanks Mak, remindernya... Betul itu ya... Kalau ditolak semestinya kita tetap semangat & terus bertindak :D

    ReplyDelete
  2. yang baik menurut kita, blum tentu baik menurut Allah ya mak :)

    ReplyDelete
  3. Alangkah enaknya kalau fikiran itu otomatis dateng, pas lagi ditolak! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pas lagi ngalamin penolakan malah suka lupa utk berpikir positif ya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …