Skip to main content

Kebiasaan Menunda

"Jika engkau di waktu sore, janganlah menunggu pagi, dan jika engkau di waktu pagi janganlah menunggu sore, dan pergunakanlah (beramallah diwaktu) sehatmu sebelum sakitmu dan pergunakan hidupmu sebelum kamu mati." (Hadist riwayat Bukhari).

Hadist di atas menjelaskan dengan tegas larangan menunda-nunda. Hadist di atas juga mengingatkan kita agar tak menyia-nyiakan waktu yang kita miliki. Karena penundaan menunjukkan bahwa kita belum mempergunakan waktu dengan baik. 

Menunda-nunda juga termasuk dalam kebiasaan yang buruk, yang merupakan godaan syaitan agar kita mengulur-ngulur waktu, seolah kita yakin kita masih memiliki banyak waktu ke depan. Padahal, kita tak bisa menjamin berapa lama waktu tersisa yang kita miliki di dunia ini. 


Sumber gambar : vemale.com


Biasanya, kebiasaan menunda-nunda ini datang saat kita akan berbuat sesuatu yang baik atau positif. Ini godaan agar kita menunda perbuatan baik, hingga akhirnya kita lupa untuk mengerjakan perbuatan baik tersebut. Intinya, kebiasaan menunda ini seringkali merugikan kita. 

Kebiasaan menunda bisa membuat kita kehilangan kesempatan mendapat pahala (misal : saat menunda ibadah atau beramal), membuat kita tak bisa on time / terlambat, membuat kita melakukan sesuatu dengan terburu-buru, membuat kita kehilangan kesempatan bagus, hingga menimbulkan penyesalan.

Dengan kita berusaha menghindari kebiasaan menunda-nunda, otomatis akan membuat kita lebih efektif menggunakan waktu yang kita miliki. 

"Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (Hadist riwayat Muslim).




*Self reminder*

Comments

  1. Saya suka kesel kalo udah adzan tp org rumah masih leha2 atau pegang hp. Tp sy jg kadang suka menunda pd hal yg membuat sy takut. Kayak hr ini..ada kk datang mau ngajari berkendara tp sy yg kmrn2 semangta malah bilang nanti. Takuuut, takutny kalo kndaraan lecet sy kena marah hehe jd curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, hebat..Mak Kania shalatnya tepat waktu ya :)
      Hehe, asyik dong mak kalau nanti bisa bawa kendaraan sendiri..

      Delete
  2. Yeay!!!! ini aku banget mbak... (Kok malah yeay yaa?)
    Aku udah sering banget merasa harus ngerubah kebiasaan buruk yg satu ini mbakku, tapi selalu aja gak berhasil. Nunda lagi, nunda lagi, gak itu tugas, nyuci, bahkan sampe ibadah pun masih suka nunda-nunda... Padahal Bapak selalu ngingetin, jangan nunda-nunda shalat... aku tetep berusaha buat berubah jd yg lebih baik. Semoga dipermudah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, merubah kebiasaan emang gak mudah :p Aamiin mudah2an Allah mudahkan :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…