Skip to main content

Kekurangan Bukanlah Suatu Kesalahan

Tinggi badan saya gak sampai 150 cm, mata saya minus 4 dan bergantung dengan kacamata, gigi saya gak rapih dan warnanya gak putih, hal-hal itu adalah contoh dari kekurangan fisik yang saya miliki. Tapi kekurangan bukan hanya dari segi fisik, bisa juga dari segi non fisik, misal : saya memiliki karakter yang kaku, seringkali merasa kesulitan untuk berbasa-basi dengan orang-orang. Contoh lain, saya juga memiliki daya hapal yang rendah. Dan, masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang saya miliki. 

Setiap manusia tentu memiliki kekurangan, bedanya terletak pada bagaimana cara ia menyikapi kekurangannya. Ada orang-orang yang memiliki banyak kekurangan, karena ia tak pandai menyikapi kekurangannya, ada pula orang-orang yang hanya memiliki sedikit kekurangan karena ia pandai menyikapinya, bahkan mengubah kekurangan tersebut menjadi kelebihannya. 

Kekurangan dari segi fisik sekalipun jika kita pintar memanfaatkannya, maka akan jadi keuntungan. Misalnya, Mbak Elly Sugigi yang giginya tak rapih, beliau justru menolak untuk memperbaiki giginya. Beliau menganggap jika ia terkenal dan mendapat banyak rezeki (berupa pekerjaan), karena bentuk giginya yang tak rapih tersebut justru jadi daya tariknya. 

Setiap manusia diberi kekurangan oleh Allah sebagai sebuah ujian. Apakah kita tetap bisa bersyukur dengan kekurangan yang kita miliki, atau malah mengeluhkannya? Dan, apakah kita bisa bersabar menerima kekurangan kita, serta ikhlas menerimanya? Semua tergantung kita bagaimana menyikapinya. Yang jelas, kekurangan yang kita miliki bukanlah suatu kesalahan. Jadi jangan ditangisi, jangan disesali, dan tak perlu merasa berkecil hati.



Sumber gambar : yusufmansur.com


Sayangi diri sendiri dengan menerima diri kita apa adanya, termasuk dengan setiap kekurangannya :)




*Self reminder*

Comments

  1. Penasaran sama mbak Elly Sugigi mak :D

    ReplyDelete
  2. setuju mba, apapun kekurangan kita itu, harus kita syukuri

    ReplyDelete
  3. Minus mata saya lebih besar dr mak Arifah loh. Terakhir periksa mata kanan 16 mata kiri 8!!! Shock ..karena mata kanan ga pernah terdeteksi klo periksa di optik. Tapi ...pasrah aja...berusaha jaga jarak baca dan mjnum suplemen sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya pernah baca soal ini di status Mak Kania yang di Grup KEB :) Berusaha ikhlas aja ya mak..

      Delete
  4. Benar yang penting bagaimana menyikapinya. Anak saya yang SD sudah mulai mengenali kekurangannya. Saya selalu membesarkan hatinya bahwa ada kekurangan yang tidak bisa diperbaiki. Tidak masalah. Menurut saya, orang yang mengenal kekurangan diri lebih mudah menerima kekurangan orang lain. Insya Allah ia tidak mudah membully orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, harus sering2 membesarkan hati anak dan kasih pandangan yang positif, supaya ia tumbuh jadi anak yang percaya diri :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…