Skip to main content

Mementingkan Kepentingan Diri Sendiri Bukan Berarti Egois

Mana yang lebih penting untuk didahulukan, kepentingan diri kita sendiri atau kepentingan orang lain? Menurut saya, tergantung situasi dan kondisi. Satu waktu kita perlu mendahulukan kepentingan kita, tapi di waktu lain bisa jadi kita perlu mendahulukan kepentingan orang lain. Jadi, fleksibel aja. Kuncinya yaitu kita berusaha bersikap bijak, dan jangan berlebihan. Artinya, jangan terlalu mementingkan kepentingan diri sendiri hingga mengabaikan kepentingan orang lain, namun juga jangan terlalu mementingkan kepentingan orang lain, hingga mengabaikan kepentingan diri sendiri.


Sumber gambar dari sini

Saat kita sedang mementingkan kepentingan diri sendiri, orang kerap menyebutnya sebagai sikap yang egois. Padahal, mementingkan kepentingan diri sendiri bukan berarti egois. Egois itu saat kita mementingkan diri sendiri tanpa memedulikan kepentingan orang lain. Di mana dengan tindakan kita tersebut, kita mengabaikan kepentingan orang lain. Misalnya : orang yang merokok di tempat umum, padahal di sekitarnya ada orang-orang yang tak merokok. Orang yang merokok tersebut bisa dikatakan egois, sebab ia hanya mementingkan kepentingan dirinya (yang ingin merokok), dan mengabaikan kepentingan orang lain (yang ingin sehat dan berhak mendapat udara yang bersih).

Jika kita mementingkan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan orang lain, namun selama hal itu tidak membuat orang lain terabaikan kepentingannya, bukanlah bentuk keegoisan. Terkadang kita juga perlu menilai, kepentingan mana yang sebaiknya didahulukan. Terkadang pula kita memang perlu mementingkan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan orang lain, selama ini tak merugikan orang lain. Kita memang butuh me time :) it doesn't mean we're selfish, but we care about our self.




*Self reminder*

Comments

  1. Setuju, Mak. Oiya, aku izin save banner-nya, ya, buat tolok ukur. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan, free mak. Lha wong gambarnya pun bukan punyaku :p hihi..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …