Skip to main content

Mensugesti Hal-hal Positif Pada Diri Sendiri

Sebagai manusia, kita memang tak bisa lepas dari segala perasaan dan pikiran yang mengganggu, seperti rasa cemas, ragu-ragu, takut, pesimis, serta pikiran atau perasaan negatif lainnya. Rasanya, ada saja hal-hal yang mengarahkan kita pada sekian hal negatif tersebut. Bahkan ada orang-orang yang memang begitu mudah merasakan hal-hal negatif, seperti rasa cemas, ragu-ragu, dan lain-lain.

Ada satu hal yang bisa kita coba lakukan saat terserang perasaan dan pikiran yang negatif, yaitu mensugesti diri kita dengan hal-hal yang positif. Mensugesti diri sendiri artinya kita mengarahkan perasaan dan pikiran kita menuju hal-hal yang kita inginkan. Sebab, sesungguhnya kita adalah pemegang kendali dari pikiran dan perasaan kita sendiri, orang lain ataupun keadaan di sekitar kita hanya memberi pengaruh. Tapi, diri kita sendirilah yang memiliki kendali untuk merasakan atau berpikir A, B, atau C. Kitalah yang bertanggung jawab atas segala perasaan dan pikiran kita.


Sumber gambar : kesehatan.kompasiana.com 

Cara mensugesti diri sendiri adalah dengan meyakinkan diri sendiri, berbicara pada diri sendiri. Berbicara pada diri sendiri, dikenal juga dengan istilah self talk. Misal : saat kita merasa begitu cemas atau takut akan terjadi sesuatu yang buruk, bicaralah dengan penuh keyakinan pada dirimu sendiri, "semua akan baik-baik saja, ada Allah bersamaku," dan kata-kata yang semisal dengan itu. Kalimat ini bisa kita ulang-ulang sampai pikiran dan perasaan kita berubah menjadi positif. 

Dengan mensugesti hal-hal positif pada diri sendiri, melalui cara self talk tersebut, kita berusaha mempengaruhi alam bawah sadar kita agar berpikir positif. Tapi, jangan lupa untuk melakukannya (self talk) dengan penuh keyakinan, sebab jika tak yakin tak akan berhasil. Sebab kekuatan dari sebuah sugesti bukan berasal dari kata-kata, namun dari keyakinan yang ditimbulkannya.




*Self reminder*

Comments

  1. Mau di praktekin akh...Hehe, saya masih ragu taulisan saya bisa tembus media atau nggak? Trimakasih Mak Arifah, Pass lagi butuh nih! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mensugesti diri sendiri untuk menghilangkan keraguan ya mak :) Usaha yang gigih pasti ada hasilnya kok..

      Delete
  2. setuju mak, kalau saya mikir hal hal yang bikin happy aja

    ReplyDelete
  3. Iya mak, saya juga suka gitu. diyakinkan di hati kata2 positif yg ingin kita pegang.Trus banyak bc Quran juga bikin tambah positif. Klo hari itu ga baca Quran pasti uring2an. Baru setelah itu hadapi masalahnya...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, obat hati paling bagus memang Al-Qur'an :)

      Delete
  4. Terimaksih sekali tulisannya tante sangat membantu. Bikin perasaan jadi tenang setelah ngebacanya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …