Skip to main content

Sehat Secara Menyeluruh

Meski kata sehat lebih banyak diidentikkan dengan fisik atau kesehatan fisik, namun sebenarnya sehat itu bukan hanya persoalan fisik semata, ada sehat-sehat dalam cakupan yang lain. Sehat yang sesungguhnya adalah sehat yang menyeluruh, yaitu sehat secara fisik, sehat secara mental, sehat secara emosional, dan terakhir yaitu sehat secara spiritual.

Sumber gambar : dietsehat.co

Sehat secara fisik adalah sehat yang berkaitan dengan fisik, artinya kita sehat secara jasmani, di mana seluruh anggota tubuh kita bisa berfungsi dengan baik. Sedangkan sehat secara mental adalah sehat yang berkaitan dengan pikiran dan intelektual. Orang yang sehat secara mental yaitu orang-orang yang memiliki pikiran yang positif dan mampu berpikir dengan baik.

Sehat secara emosional yaitu sehat yang berkaitan dengan hati atau perasaan. Orang yang sehat dari segi emosional adalah mereka yang memiliki hati yang bersih, terhindar dari penyakit-penyakit hati. Dan yang terakhir, yaitu sehat secara spiritual adalah sehat yang berkaitan dengan jiwa dan hal-hal yang terkait dengan keagamaan. Orang yang sehat secara spiritual merupakan mereka yang memahami dan menjalankan agamanya dengan baik.

Jadi, sehat bukan hanya perkara fisik, tapi juga didukung oleh faktor-faktor lainnya. Sehingga sehat yang maksimal adalah sehat yang mencakup keempat hal tersebut, fisik, mental, emosional, serta spirtitual. Masing-masing memiliki peran yang saling melengkapi dan mendukung satu sama lain. Yuk, kita cek, kita udah sehat secara menyeluruh belum ya.. :) 

Comments

  1. Betuuul banget Mak, saya merasa sehat kalau hati tenang...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pastinya semua saling melengkapi ya mak :)

      Delete
  2. semoga kita selalu sehat jasmani dan rohani ya mba... Aamiin...

    ReplyDelete
  3. sehat lahir dan batin tentunya lebih enak ya mak,semoga kita punya 22nya aamiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …