Skip to main content

Tetap Rendah Hati dan Kuat

Sumber gambar : ciputraentrepreneurship.com

Tetaplah rendah hati dan kuat dalam menyikapi keberhasilan dan juga kegagalan. Sikap seperti ini bisa membuat kita bahagia dan sukses dalam waktu yang lebih lama. Jangan besar kepala saat kita mendapat keberhasilan atau sedang berada di posisi yang tinggi. Dan juga jangan bersikap lemah dan rendah diri saat kita mengalami kegagalan atau keterpurukan. 

Saat kita sedang dalam posisi tinggi, kita memang lebih mudah untuk merasa berbangga diri, merasa sudah lebih baik dari orang lain, ini juga bisa mendorong kita pada sikap sombong. Kita seolah lupa, bahwa sebenarnya keberhasilan kita juga merupakan ujian dari Allah. Keberhasilan seharusnya membuat kita jadi lebih baik, dengan semakin banyak memberi manfaat pada orang lain, semakin banyak bersyukur, serta semakin rendah hati.

Namun, sesukses atau setinggi apapun keberhasilan kita, kita juga tak akan luput dari ujian berupa kegagalan. Tak ada seorangpun yang sukses tanpa ia pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Justru kegagalan tersebut bisa membuat seseorang menjadi semakin sukses pada akhirnya. Sebab kegagalan itu berhasil disikapinya dengan baik. 

Kegagalan memang bisa membuat kita terjatuh dan melemahkan kita, serta mematikan semangat kita. Sebab, hanya orang-orang yang memiliki jiwa dan mental yang kuatlah yang mampu melewati kegagalan dengan baik. Mereka yaitu orang-orang yang menerima kegagalan dan tetap mensyukurinya, serta memandang kegagalan dari sudut pandang positif hingga mereka bisa melihat hikmah (pembelajaran) yang bisa diambil darinya.

Keberhasilan maupun kegagalan, keduanya akan memberikan manfaat jika kita bisa menyikapinya dengan baik :) 




*Self reminder*

Comments

  1. betul mba, kesedihan dan kebahagiaan warna-warni hidup, semoga selalu beryukur aamiin :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …