Skip to main content

Tulislah Prioritasmu Setiap Pagi

Bicara masalah waktu, hal yang paling penting kita lakukan berkaitan dengan waktu adalah memanfaatkannya sebaik mungkin. Setiap orang pada dasarnya memiliki waktu yang sama setiap harinya, yaitu 24 jam. Yang membedakannya adalah cara pengaturannya. Dan hal pertama yang harus kita lakukan saat akan mengatur waktu adalah dengan membuat prioritas, jadi kita menentukan mana yang harus kita dahulukan dan lakukan lebih dulu.

Sebaiknya, prioritas ini dibuat harian. Tapi kalau gak bisa, kita bisa buat untuk jangka waktu mingguan, atau bulanan. Tapi tetap deh, lebih baik kalau dibuat harian / per hari ya, supaya lebih dinamis. Karena bisa aja, prioritas hari ini beda dengan prioritas kita esok hari. 

Setiap pagi, atau bisa juga di malam hari sebelumnya, buatlah beberapa prioritas aktivitas yang akan kita lakukan pada hari itu. Tak perlu banyak-banyak, cukup buat antara 3 sampai 5 point. Kalau kebanyakan khawatir jadi beban, dan kalau terlalu sedikit bisa jadi kita akan bosan, karena seharian hanya terfokus pada satu prioritas aja. 

Tulislah prioritas tersebut pada selembar kertas atau di personal notes, bisa juga ditulis di notes smartphone kita, pokoknya di tempat yang sebisa mungkin bisa kita lihat sesering mungkin sebagai pengingat. Prioritas ini bukan hanya berupa aktivitas, seperti : olahraga, meeting, membaca buku, rekreasi keluarga, hingga janji bertemu seseorang, tapi bisa juga berupa sesuatu yang ingin kita capai, seperti : berpikir positif, semangat kerja, menjadi lebih bahagia, banyak bersyukur, atau lebih santai. 


Sumber gambar : ibccogca.org

Dengan membuat prioritas seperti itu, akan membuat kita lebih fokus pada hal-hal yang memang penting untuk kita lakukan. Sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih efektif penggunaannya. 




*Self reminder*

Comments

  1. yang bikin susah adalah saat membuat prioritas itu mood yang tetiba bikin ga pengen kerja ... huaaaa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moodnya harus dikendalikan mbak :p *gak mudah memang*

      Delete
  2. Dan yang paling penting konsistensi mbak, dan itu yang sangat sulit buat saya. Btw, makasih sarannya mbak :)

    ReplyDelete
  3. makasih teh...
    ada 2 hal yg saya garis bawahi: dicatat & bukan hanya aktivitas...
    praktekin ah mulai besok :)

    ReplyDelete
  4. Kayaknya saya harus segera menulis prioritas juga besok pagi :D

    ReplyDelete
  5. aihh aku banget...yang prioritas malah ngga kepegang..huhu..naskah ngga dikerjain..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disiplin memang gak mudah ya, tapi yg gak mudah pasti hasilnya sepadan :) *saya juga masih belajar bangeeet -_-

      Delete
  6. Oh 3 saja ya? Ok.
    blogwalking..salam kenal...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …