Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015

Jangan Menolak Menghadapi Kenyataan

Kenyataan adalah hal yang mau tak mau harus kita hadapi, baik atau buruknya. Kenyataan yang kita harus hadapi memang tak selalu sesuai dengan yang kita inginkan. Pasti ada masanya, kita menemukan sebuah situasi yang menurut kita pahit dan buruk. Meski tak semua orang diberi ujian 'yang sangat pahit', tapi anggaplah ujian pahit tersebut sebagai tanda bahwa kita adalah orang spesial yang dipilih oleh-Nya, untuk mendapat ujian tersebut.



Karena semakin besar ujian hidup kita, semakin besar pula peluang kita untuk mendapat banyak pahala, jika kita berhasil menjalani ujian tersebut dengan baik. Jika kita dipilih menjadi salah satu penerima ujian tersebut, berusahalah untuk tetap bisa bersyukur. Kenyataan hidup yang pahit merupakan pembuka jalan bagi kemudahan dan kebahagiaan kita di masa depan. 

Menolak menghadapi kenyataan atau menghindarinya, hanya akan memperburuk kenyataan hidup yang harus kita jalani ke depannya. Lari dari kenyataan, ibarat kita menunda sesuatu yang sebenarnya pa…

Kita Menuai Apa yang Kita Tanam

Kalau kita ingin tau seperti apa masa depan kita, maka coba lihat apa yang kita lakukan sekarang. Karena apa yang kita lakukan hari ini ikut menentukan seperti apa masa depan kita kelak. Jika hari ini kita hanya bermalas-malasan, sepanjang hari tidur-tiduran, sibuk mengeluhkan ini dan itu. Jangan harapkan masa depan yang cerah, jika seperti itu aktivitas kita. 

Kalau kita menginginkan masa depan yang berhasil, maka ubahlah aktivitas kita hari ini menjadi aktivitas yang bisa mengantarkan kita pada keberhasilan. Lakukan aktivitas yang membuat kita pantas mendapatkan keberhasilan di masa depan.

Pilihan-pilihan kita di hari ini, ikut menentukan seperti apa masa depan kita nanti. Sikap, tindakan, usaha, serta pikiran dan doa kita di hari ini tentunya akan berpengaruh pada masa depan kita. Sebab kelak kita hanya akan menuai apa yang kita tanam. Jika kita menanam usaha-usaha yang baik, positif, dan bermanfaat, itu pula yang akan kita dapatkan di masa depan. Jika kita tak menanam apapun, alias …

Hidupmu Adalah Tanggung Jawabmu

Saat kita mulai tumbuh dewasa, kita juga harus mulai belajar untuk bertanggung jawab atas kehidupan kita. Kita tak perlu menyalahkan orang lain atas segala hal yang kita rasakan dan alami. Misalnya, jika kamu terlahir dari keluarga broken home, tak perlu salahkan orangtuamu atas semua ketidakbahagiaanmu. Sekalipun mereka pasti memiliki kekhilafan dan kekurangan. 
Namun yakinlah, sikap menyalahkan orang lain atas apa yang saat ini terjadi padamu, sama sekali tak akan menguntungkanmu. Sikap seperti itu tak akan membuatmu menjadi dewasa. Jika kamu masih di usia anak-anak, kamu bisa bersikap seperti itu, sebab pada usia tersebut orangtuamu-lah yang menjadi penanggung jawab penuh hidupmu. Tapi, jika kamu telah dewasa, kamulah yang bertanggung jawab penuh atas hidupmu. 
Saat kita dewasa, kita belajar mengambil keputusan sendiri dan membuat pilihan-pilihan. Kita belajar untuk mandiri, dengan cara tak lagi bergantung pada orang lain, termasuk orangtua. Di sinilah kita belajar bertanggung jawab.…

Semua Orang Memiliki Keluarga

Keluarga adalah orang-orang yang membuat kita nyaman di dekat mereka, tempat kita bisa berbagi suka dan duka, serta berbagi rasa kasih dan sayang. Keluarga bukan hanya mereka yang memiliki hubungan darah dengan kita, tapi bisa siapa saja. Selama mereka memiliki kriteria seperti yang telah disebutkan tadi, maka itulah keluarga yang sesungguhnya. 



Jadi, tak ada seorangpun yang tak memiliki keluarga di dunia ini. Sekalipun ada seseorang yang sejak lahir terpisah dari keluarga kandungnya, ia tetap bisa tumbuh bersama sebuah keluarga, meski tak ada hubungan darah di antara mereka. Begitu pula seseorang yang bisa jadi merasa tak nyaman dengan keluarga kandungnya, bisa saja menemukan keluarga baru yang justru membuatnya merasa nyaman. 

Jangan pernah merasa tak memiliki keluarga. Sebuah keluarga bisa kita temukan di mana saja. Saat kamu dengan tulus ingin membagi rasa kasih dan sayangmu serta keperdulianmu terhadap orang lain, maka pasti ada mereka yang bisa, dan ingin jadi bagian dari keluarga…

Tanya Dirimu, Apa Manfaatnya?

Waktu itu kalau sudah kita lewati, rasanya cepat. Tapi jika kita membayangkan waktu yang belum terjadi rasanya lama. Jika kita merenungkan waktu hidup kita yang telah terlewati, rasanya waktu sekian puluh tahun itu sebentar ya. Nah, di waktu yang sebentar itu, rasanya sangat sayang jika kita tak betul-betul memanfaatkannya dengan baik. Apalagi, kalau kita sadar waktu yang telah berlalu tak akan bisa terulang lagi. Kesalahan dan dosa kita di masa lalu tak bisa kita perbaiki. Meski di masa sekarang kita bisa bertaubat, tapi kita tak bisa mengubah kejadian di masa lalu. 

Banyak hal yang kita lakukan, yang bisa jadi sebenarnya tak membawa manfaat, atau malah merugikan. Ya, pastinya kita sebagai manusia memang tak terlepas dari kekhilafan. Tapi, kita harus ingat, bahwa kehidupan kita di dunia ini bukanlah untuk bersenang-senang saja. Meski kita harus mensyukuri segala nikmat pemberian-Nya, namun bukan dengan cara bersenang-senang tanpa manfaat. Sebab kita juga punya tugas di dunia ini. Tuga…

Sebelum Teguran Itu Datang

Sebagai manusia, kita memang mudah lupa dan lalai. Kecuali mereka yang imannya kokoh, yang lebih bisa menjaga diri mereka. Tapi, yang imannya seperti saya, yang masih sering naik turun, naiknya jarang turunnya sering, naik sedikit, eh..turunnya banyak :p Seringkali saya merasa begitu mudah lupa untuk mengamalkan hal-hal yang baik, serta lupa menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk. Karena "lupa" inilah, saya lebih mudah lalai. Padahal banyak dari kelalaian saya, yang saya lakukan secara sadar. Di mana saya tau bahwa itu tak baik, tapi saya lakukan juga :'(

Apakah ada di antara kalian yang merasa seperti itu juga? Mudah-mudahan kalian semua jauh lebih baik dari saya, aamiin. Ya, tapi kita memang kerap baru sadar betapa nikmatnya kesehatan setelah kita diberi sakit, kita baru merasakan betapa berartinya seseorang setelah ia meninggalkan kita, kita juga baru sadar betapa berharganya segala harta benda yang kita miliki setelah kita kehilangannya. Dan, kita kerap baru sadar …

Yakinlah Kita Tak Pernah Sendirian

Terkadang, saat kita sedang mengalami masalah, merasa sedih, galau, takut, atau semacamnya, ada perasaan sepi, yang membuat kita merasa seolah kita sendirian menghadapi semuanya. Pernah mengalami hal seperti itu? Mudah-mudahan gak ya :) Sebenarnya, perasaan semacam ini hanya gangguan, yang merupakan hasil dari pikiran dan hati kita yang lemah. 

Jika pikiran dan hati kita lemah, lebih mudah bagi kita untuk berfikir hal-hal yang negatif, pesimis, dan memiliki ketakutan-ketakutan terhadap sesuatu yang sebenarnya belum terjadi. Akhirnya, pikiran dan hati yang lemah ini membuat kita merasa begitu sensitif, termasuk pada lingkungan sekitar. Pikiran dan hati kita jadi didominasi oleh pandangan dan perasaan yang negatif.

Saat orang di sekitar kita tak memperhatikan kita, kita jadi merasa mereka mengacuhkan kita. Padahal bisa jadi merekapun memiliki banyak masalah, hanya saja mereka menutupinya. Atau bisa jadi, merekapun memiliki kesibukan yang membuat pikiran mereka terfokus pada pekerjaannya. 

Kesenangan dan Kesedihan Tak Abadi

Di saat kita diberi kesenangan dan kesedihan, jangan lupa juga bahwa tak ada sesuatupun di dunia ini yang abadi. Termasuk pula kesenangan dan kesedihan yang diberikan Allah. Kehidupan itu pasti ada turun naiknya, ada senang sedihnya, ada sulit dan mudahnya. Tapi, ini pula yang membuat hidup kita jadi seru, kan? Coba bayangin kalau hidup kita hanya berisi kesedihan atau sebaliknya hanya berisi kesenangan. Tentu kita akan mudah merasa jemu. 

Kesenangan memang harapan semua orang, namun jika kesenangan tak pernah berganti dengan kesedihan, apa kita tak bosan? Kesedihan bisa membuat kita lebih menghargai dan mensyukuri kesenangan yang telah kita peroleh. Setelah melewati sebuah kesedihan, akan membuat kita lebih bisa merasakan sebuah kesenangan, karena kehadirannya sudah begitu kita nantikan sejak kita mengalami kesedihan.

Begitu pula dengan kesedihan, apa jadinya jika ia kita alami selamanya. Rasanya hidup akan kelabu. Kesedihan akan berganti dengan kesenangan, sebagai buah kesabaran kita …

Dalam Bisnis, Kepuasan Pelanggan yang Terpenting

Dalam menjalankan sebuah usaha (bisnis), ada banyak hal yang harus kita perhatikan. Ada produk, pelanggan, tempat usaha, orang-orang yang menjalankan usaha tersebut, hingga para mitra usaha, dan lain-lain. Namun ada satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi faktor utama yang bisa mensukseskan sebuah bisnis. Jika pelanggan tak puas, bisnis sebesar apapun tak akan bisa maju ataupun bertahan.

Tak mudah untuk mendapatkan kepuasan pelanggan. Pelanggan merupakan faktor yang dinamis, karena setiap pelanggan memiliki karakter yang berbeda-beda. Semakin besar sebuah bisnis, maka semakin banyak pula jumlah pelanggan yang dimilikinya. Ini berarti semakin tinggi tingkat kesulitannya untuk mencapai kepuasan pelanggan, karena akan ada semakin banyak karakter pelanggan yang harus ditangani.

Saya sendiri pernah mengalami, betapa tak mudahnya membuat pelanggan puas. Melayani pelanggan itu susah-susah gampang. Ada pelanggan yang mudah, dan ada p…

Bersaing Secara Sehat

Persaingan tak hanya terjadi di dunia bisnis, pendidikan, atau percintaan. Persaingan juga bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan rumah. Dan bukan hanya terjadi pada orang dewasa, bahkan anak kecil pun sudah mengenal persaingan. Misalnya, adik - kakak ataupun antar sesama teman, seringkali terdapat persaingan di antara mereka saat melakukan sebuah permainan. Meski sebenarnya mereka belum terlalu mengerti arti dari persaingan.

Persaingan bukanlah hal yang negatif jika dilakukan dengan positif. Persaingan yang positif adalah persaingan yang sehat. Di mana dalam persaingan tersebut tak ada cara-cara yang tak jujur dan bisa menyakiti orang lain. Persaingan justru memberikan manfaat, berupa semangat agar kita berusaha dengan maksimal. Jika kita bisa berbesar hati menerima kemenangan orang lain dalam sebuah persaingan, inilah persaingan sehat. 



Sayangnya, banyak juga persaingan yang tak sehat, mereka justru menganggap orang yang menjadi pesaing mereka sebagai musuh. Saat pesaing me…

Kesulitan Menguji Kekuatan Kita

Masa-masa sulit memang tak menyenangkan. Semua orang tentu mengharapkan kemudahan dan kebahagiaan. Tapi, kesulitan pasti ada dalam perjalanan hidup kita. Sepanjang hidup saya selama ini, saya juga pernah mengalami masa-masa sulit, terutama pasca perceraian saya. Rasanya pada saat itu, saya ingin semua segera berlalu. Tapi saya berusaha meyakinkan diri sendiri, bahwa saya bisa kuat untuk menjalani itu semua. Sebab, hanya kekuatanlah yang bisa membantu kita melewati segala kesulitan hidup, yaitu kekuatan doa serta usaha kita.


Alhamdulillaah, akhirnya semua memang terlewati juga. Dan setelah masa sulit itu berlalu, saya merasa semuanya tergantikan dengan kebahagiaan. Ini merupakan ketetapan Allah, sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya di Qur'an surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 : 

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” 
Dan, ada salah satu hikmah setelah kita melalui sebuah kesulitan, yaitu kita menjadi pribadi yang…

Apapun Latar Belakang Pendidikanmu, Usahamu-lah yang Kelak Menentukan

Saya percaya bahwa latar pendidikan tak jadi jaminan ataupun ukuran seseorang untuk sukses di masa depannya. Pada akhirnya, usaha kita yang jadi faktor penentu kesuksesan tersebut. Memang ada juga orang yang berpikiran bahwa semakin tinggi pendidikan maka peluang untuk sukses makin besar. Selain itu, tinggi rendahnya pendidikan juga ikut menentukan jumlah penghasilan seseorang. 

Ya memang, dalam beberapa kasus hal itu benar. Tapi kita juga harus melihat kenyataannya bahwa ada banyak orang sukses di luar sana yang tak punya latar belakang pendidikan tinggi. Bahkan ada orang-orang yang sekolah wajibnya pun tak lulus tapi ia bisa sukses melebihi orang-orang yang berpendidikan tinggi. Sebaliknya, ada juga orang-orang yang berlatar belakang pendidikan yang tinggi namun kesulitan mencari pekerjaan, tak bisa bekerja dengan baik di tempat kerjanya, atau digaji dengan gaji yang rendah. 

Sukses atau tidaknya seseorang ditentukan oleh usaha kita sendiri. Orang-orang yang benar-benar sukses adalah …

Melakukan Satu Pekerjaan di Satu Waktu atau Multitasking?

Manakah yang lebih baik, melakukan satu pekerjaan di satu waktu atau multitasking (melakukan beberapa pekerjaan pada waktu bersamaan)? Sebenarnya tak ada yang lebih baik di antara keduanya. Sebab, itu tergantung dari kemampuan serta kenyamanan seseorang beraktivitas. Ada orang yang merasa lebih cocok ber-multitasking, ada juga orang yang merasa lebih cocok melakukan satu pekerjaan di satu waktu.


Melakukan satu pekerjaan di satu waktu ataupun multitasking, keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagi mereka yang suka melakukan pekerjaan dengan tenang tanpa terburu-buru, memiliki sifat perfectionist, serta kesulitan untuk fokus pada berbagai hal secara bersamaan, maka lebih cocok untuk melakukan pekerjaan di satu waktu. Sedangkan bagi mereka yang suka melakukan pekerjaan dengan sistem deadline, memiliki fokus yang baik meski melakukan banyak aktivitas di satu waktu, dan tak bersifat perfectionist, maka mereka lebih cocok untuk ber-multitasking

Multitasking memang bisa memb…

Kegagalan Membuat Kita Terjatuh atau Malah Berdiri Lebih Tinggi

Saat kita tak berhasil mendapatkan keinginan kita, saat kita mengalami penolakan, kebangkrutan, perceraian, kita kerap menyebutnya sebagai sebuah kegagalan. Padahal belum tentu hal itu benar-benar sebuah kegagalan, sebelum kita melihat bagaimana cara kita menyikapi kegagalan tersebut. 

Memang, tak ada orang yang mengharapkan kegagalan. Karena menghadapi kegagalan bukanlah hal yang mudah. Tapi terkadang, seseorang membutuhkan kegagalan. Sebab, kegagalan bisa jadi sebuah proses untuk kita belajar lebih dewasa, lebih bijak, dan lebih kuat. Kegagalan justru bisa membuat kita menjadi pribadi lebih baik lagi, jika kita menyikapi kegagalan dengan cara yang tepat. 


Kegagalan tak akan benar-benar jadi kegagalan, jika kita mampu menjadikan kegagalan itu sebagai sebuah proses pembelajaran. Ini semua tergantung bagaimana cara kita menyikapi kegagalan. Kita yang menentukan, apakah kegagalan itu akan membuat kita terjatuh atau malah berdiri lebih tinggi. 

Kegagalan akan membuat kita benar-benar terjat…

Mengukur Kesuksesan Dari Berapa Banyak yang Kita Berikan

Sudah benarkah cara kita mengukur sebuah kesuksesan? Sebagian orang menjadikan banyaknya harta yang dimiliki sebagai tolok ukur sebuah kesuksesan. Seorang milyarder pastilah dikatakan sebagai orang yang sukses. Ya, memang benar. Mereka sukses secara materi. Namun sebenarnya, cara yang lebih tepat untuk mengukur sebuah kesuksesan, bukan dari berapa banyak yang kita miliki, tapi dari berapa banyak yang telah kita berikan pada orang lain, lingkungan sekitar kita, dan pada dunia.



Jika kita mengukur keberhasilan dari berapa banyak yang telah kita berikan pada orang lain, ini bisa menjauhkan diri kita dari rasa tamak, dan sibuk memperkaya diri sendiri. Sebaliknya, tolok ukur itu membuat kita terpacu untuk memakmurkan orang lain. Dengan cara berbagi, menolong, serta memberikan kesempatan pada orang lain untuk bisa sukses juga. 

Kesuksesan yang abadi bukanlah kesuksesan yang hanya didapatkan di dunia, tapi juga di akhirat kelak. Apa yang telah kita berikan pada orang lain, bisa jadi tabungan am…

Dalam Bekerja, Manfaat Lebih Penting Dibanding Uang yang Kita Terima

Setiap orang memiliki tujuan masing-masing dalam melakukan pekerjaannya. Ada yang tujuan utamanya adalah uang, mencari kesibukan, menyalurkan hobi, menolong orang atau untuk tujuan sosial. Apapun itu, selama tujuan tersebut tak bersifat negatif dan tak menimbulkan kerugian, maka tak masalah. Semua orang berhak menentukan tujuannya masing-masing. Biasanya, tujuan inilah yang kemudian memotivasi seseorang dalam bekerja.


Sebenarnya, yang paling penting dari sebuah pekerjaan yang kita lakukan adalah manfaatnya, bagi diri kita dan orang lain. Tapi manfaat di sini bukan dari segi materi, tapi lebih kepada hikmah, pengaruh, atau dampak yang didapat dari pekerjaan itu. Uang hanya pelengkap dari hasil bekerja, tapi tak lebih penting dari manfaat berupa hikmah yang diperoleh.

Jika kita lebih fokus pada manfaat dibanding uang yang kita terima dalam bekerja, ini akan membuat kita lebih ikhlas dalam bekerja. Itulah sebabnya, orang-orang yang bekerja di dunia sosial, yang sifatnya menolong orang lain…

Perhatikan Apa yang Kita Dengar dan Apa yang Kita Baca

Manusia membutuhkan informasi setiap harinya agar kehidupannya berkembang dan mengalami kemajuan. Kita mendapat begitu banyak informasi melalui apa yang kita dengar dan apa yang kita baca. Apakah itu berasal dari televisi, radio, internet, media sosial, buku, ataupun orang-orang di sekitar kita. Namun, tak semua informasi yang kita dapatkan adalah informasi yang positif. Sebagian dari informasi itu ada yang tak bermanfaat, negatif, bahkan ada yang membahayakan.


Maka dari itu kita harus pintar-pintar menyaring dan memilih informasi yang kita dapat, agar hanya informasi yang positiflah yang masuk ke dalam diri kita. Informasi yang kita dapat melalui apa yang kita dengar dan apa yang kita baca akan mempengaruhi kualitas diri kita, terutama pikiran kita. Semakin berkualitas informasi yang kita dapatkan, maka semakin berkualitas pula pikiran kita. Sebaliknya, jika informasi yang kita dapat itu negatif, tentu akan memberi pengaruh yang negatif pula pada pikiran kita. Sebab kita seringkali be…

Lupakan Masa Lalumu, Ambil Hikmahnya, dan Move On!

Masa lalu merupakan bagian dari diri dan kehidupan kita yang tak bisa kita utak-atik lagi, karena kita tak bisa kembali ke masa lalu. Namun, ada sebagian orang yang memiliki masa lalu yang buruk. Apakah ia pernah melakukan kesalahan besar, pernah mengalami kejadian yang membuatnya trauma, atau ia pernah merasa sangat terluka karena disakiti oleh seseorang, yang kemudian membuatnya memiliki rasa benci yang mendalam.

Masa lalu yang buruk bisa membuat kita merasa terus menerus dibayang-bayangi oleh masa lalu. Inilah yang membuat kita sulit untuk move on dari masa lalu. Padahal untuk kita menciptakan masa depan yang jauh lebih baik dari masa lalu, kita harus move on, dear. Kita tak bisa mengubah masa lalu, tapi yakinlah kita pasti bisa menciptakan masa depan agar lebih baik dari masa lalu.

Masa lalu yang buruk tak perlu kita ingat-ingat lagi, cukup ambil hikmahnya, belajar dari kejadian di masa lalu, kemudian fokuslah ke masa depan kita. Jadilah orang yang berbeda dengan diri kita pada masa…

Single, Tapi Punya Banyak Cinta

Sebagian orang bisa jadi berpikir bahwa single itu lekat dengan kesepian, kesendirian, dan tak punya cinta. But, that's totally wrong. I'm single, and i don't feel like that at all. Meski single, kita tetap bisa punya banyak cinta. Rasa cinta itu sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri. Cinta tak perlu kita cari, tapi belajarlah untuk merasakan dan menghidupkan cinta dalam diri sendiri.

Perasaan yang selalu bersyukur atas kehidupan yang kita jalani, perasaan senang berbagi kebahagiaan pada orang lain, perasaan ingin selalu berbuat kebaikan, itu semua merupakan tanda bahwa kita punya cinta dalam diri kita sendiri. Cinta yang bisa membuat kita bahagia dan semangat menjalani hidup. Cinta yang kemudian bisa kita bagikan kepada orang-orang di sekitar kita.



Cinta bisa kita rasakan di manapun dan bersama siapapun. Bersama anak, orangtua, saudara, sahabat, tetangga, hewan peliharaan, bahkan tanaman kesayangan kita. Selama kita punya cinta dalam diri kita sendiri, maka kita tak aka…

Coba Lagi, Coba Terus, dan Jangan Menyerah

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya berjuang dalam hidupnya. Apakah berjuang untuk sembuh dari penyakit kronis, berjuang untuk bisa sukses, berjuang untuk mempertahankan rumah tangga, berjuang untuk terbebas dari kecanduan narkotika, atau berjuang membela sesuatu yang benar, dan masih banyak lagi perjuangan-perjuangan lainnya.

Ujian terbesar dalam perjuangan kita ada pada saat kita menemukan hambatan atau tantangan yang membuat kita merasa ingin menyerah. Ada saat di mana kita merasa lelah dengan perjuangan kita, dan kita kehilangan semangat untuk berusaha lagi, mencoba lagi. Rasanya buntu, ingin berhenti. Ya, yang namanya berjuang tentu ada tantangannya. Rasa lelah dan ingin menyerah dalam berjuang, bisa membuat kita gagal dalam perjuangan kita, maka dari itu kita perlu mengatasinya.


Kita harus mencari alasan yang kuat di balik perjuangan kita. Alasan inilah yang akan memotivasi kita untuk selalu bisa untuk mencoba lagi, mencoba terus, dan tak menyerah. Carilah alasan yang…

Kebaikan Membuat Kita Merasa Lebih Bahagia

Kebaikan itu indah ya, bahkan hanya dengan mendengar kata 'kebaikan' aja, udah bisa membuat pikiran kita menjadi positif. Kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain, bisa membuat kita merasa lebih bahagia. Semua orang pasti suka diberi kebaikan. Itu sebabnya, orang yang banyak melakukan kebaikan tentu akan disukai banyak orang. Mereka akan suka berada di dekat orang itu. Orang yang baik bisa membuat kita merasa nyaman dan kita juga ikut merasakan kebaikannya. 

Kebaikan merupakan tindakan yang positif, dan akan menghasilkan sesuatu yang positif juga, salah satunya yaitu perasaan bahagia. Berbagi dengan orang lain membahagiakan, menyenangkan orang lain membahagiakan, membantu orang lain juga membahagiakan. Itu semua adalah kebaikan, dan setiap kebaikan pada akhirnya akan membuat kita bahagia. Sebab kebaikan merupakan salah satu perintah Allah. Dan setiap perintah-Nya pasti mendatangkan manfaat bagi kita. 

Jadi, saat kita membutuhkan mood booster yang bisa membuat suasana hati …

Bukan Hanya Memakmurkan Diri Sendiri

Kekayaan bisa menjadi keuntungan, namun bisa juga menjadi kerugian bagi pemiliknya. Akan menjadi keuntungan bila kekayaan itu bermanfaat untuk diri kita dan orang lain. Kekayaan yang bermanfaat untuk diri kita, yaitu kekayaan yang membuat kita selalu ingat untuk bersyukur, berbagi dengan orang lain, dan membuat kita semakin dekat dengan Allah, Sang Pemberi Kekayaan. 

Dalam kekayaan yang kita miliki, ada hak orang lain di dalamnya. Ingatlah, ada ketentuan zakat, infaq, dan sedekah dalam Islam. Sebaiknya kekayaan yang kita miliki bukan hanya untuk memakmurkan diri sendiri, tapi yang lebih penting adalah memakmurkan orang lain, yaitu dengan banyak berbagi. Semakin banyak kita diberi oleh Allah, sebaiknya semakin banyak pula yang kita berikan pada orang lain. 

Kalau setiap orang yang diberi kekayaan berlimpah bisa berpikir demikian, sepertinya tak akan ada kesenjangan sosial. Sebab orang yang diberi kekayaan banyak, tak akan menumpuk-numpuk kekayaannya dan memperkaya diri sendiri, tapi just…

Jangan Serahkan Harga Dirimu!

Alhamdulillaah, saya sangat bersyukur karena tak terjebak dalam seks pranikah, meski saya pernah mengalami pacaran, sebelum akhirnya saya meyakini bahwa ta'aruf adalah proses terbaik yang harus dijalani calon pasangan sebelum menikah. Tapi saya sadar, bahwa seks pranikah banyak dijalani oleh mereka yang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang 'biasa'. 

Saya tak ingin menghakimi mereka yang melakukan itu. Itu tanggung jawab mereka yang melakukannya. Tapi, saya pun memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan bahwa seks pranikah bukanlah sesuatu yang benar. Saya tak ingin menyudutkan para pelaku seks pranikah, tapi saya menolak perilaku seks pranikah (perbuatannya). 


Keperawanan seorang wanita bisa diibaratkan seperti mahkota yang begitu berharga dan tak ternilai harganya. Sebab, sekali kamu melepaskannya, keperawanan itu tak akan bisa kembali seperti semula. Meski saat ini ada cara yang 'katanya' bisa mengembalikan keperawanan. Tapi yakinlah, tak ada yang bisa menanding…

Lupakan Kebaikanmu

Kebaikan yang sempurna adalah kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan dari orang lain. Karena seringkali saat kita melakukan kebaikan, tanpa kita sadari kita juga berharap orang itu akan melakukan hal yang sama. Ya, gak selalu berarti kita berharap dia melakukan hal serupa, tapi minimal kita berharap dia juga akan bersikap baik pada kita. 

Saat orang yang kita beri kebaikan tersebut berbuat hal yang tak sesuai harapan kita atau keburukan, biasanya kita akan merasa kesal, kemudian kita menjauhinya dan timbul rasa malas untuk berbaik-baik lagi pada orang itu. Nah, sikap seperti ini sebetulnya menunjukkan bahwa kita, -tanpa sadar- juga berharap orang lain berbuat baik seperti halnya kita terhadapnya. 

Itu sebabnya, kita kadang merasa malas untuk berbaik-baik pada orang yang bersikap buruk pada kita. Kita cenderung bersikap baik hanya pada orang-orang yang juga baik pada kita. Gak salah sih, jika kita bersikap baik pada orang yang juga baik pada kita. Sebab memb…

Sebelum Menghakimi Orang Lain

Kesalahan kita adalah lebih mudah untuk kita menghakimi orang lain dibanding kita mengoreksi diri sendiri. Padahal apa coba yang kita dapat dari menghakimi orang lain? Kesenangan, kepuasan, kebanggaan? *crazy* Nothing, selain keburukan. Kita tau ini bisa mendatangkan kerugian dan dosa, saat kita sibuk menilai kekurangan orang lain yang membuat kita lupa introspeksi diri. Namun tau hanya sekadar tau, kita tetap melakukan kesalahan ini -_- 


Semakin sibuk kita menilai dan mencari-cari kekurangan orang lain, maka semakin sulit untuk kita bisa melihat dengan jelas kekurangan-kekurangan diri kita sendiri. Tak ada yang menjamin bukan, jika kita lebih baik dari orang yang kita nilai itu? Bisa jadi kita jauh lebih buruk darinya, jika ternyata orang yang kita hakimi tak melakukan keburukan seperti yang kita lakukan, yaitu sibuk mencari-cari kekurangan orang lain. 

Dalam Islam pun, kita dianjurkan untuk menjauhi perilaku suka mencari-cari kesalahan orang lain dan berprasangka buruk, sebagaimana ya…

Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Kamu punya kebiasaan buruk? Pasti semua orang punya, termasuk saya :p Di tahun 2015 ini banyak orang yang memiliki resolusi untuk menghilangkan kebiasaan buruknya. Tentu gak mudah untuk menghilangkan kebiasaan buruk, apalagi yang sudah mendarah daging alias sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Saya punya beberapa tips nih yang mudah-mudahan bisa membantu kalian yang ingin menghilangkan kebiasaan buruknya.

1.  Sebelum kita berusaha menghilangkan kebiasaan buruk, pertama-tama kita harus yakin kalau hal ini merupakan kebiasaan buruk yang memang harus kita hilangkan, agar bisa jadi pribadi yang lebih baik atau memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. Bulatkan tekad kita untuk move on dari kebiasaan buruk ini.

2.  Persiapkan langkah-langkah atau cara-cara, serta tips-tips untuk menghilangkan kebiasaan buruk kita itu. Ini bisa kita dapatkan melalui buku, googling, nanya teman, dan lain-lain. Ini akan mempermudah kita, agar tindakan kita bisa lebih efektif.

3.  Tak perlu membuat target yang ter…

Fokuslah Pada Masa Sekarang

Kita hidup di masa sekarang, bukan masa lalu, atau masa depan. Masa lalu sudah berlalu, tak mungkin bisa kembali. Yang bisa kita lakukan adalah menjadikannya sebagai pembelajaran agar ke depannya (masa sekarang) kita bisa semakin baik, salah satunya dengan tak mengulang kesalahan yang sama. Masa depan juga belum datang, dan belum tentu datang, sebab kita tak bisa menjamin apa yang akan terjadi di masa depan. Kita hanya berusaha melakukan yang terbaik di masa sekarang dengan harapan agar masa depan kita lebih baik dari masa sekarang. 

Kita tau bahwa kita hidup di masa sekarang, tapi banyak juga orang yang masih saja disibukkan oleh masa lalu dan masa depan, hingga akhirnya mengabaikan masa sekarang yang jauh lebih penting untuk kita fokuskan. Orang-orang yang masih disibukkan dengan masa lalunya membuat mereka sulit untuk move on. Masih meratapi kesedihan di masa lalu, membenci orang yang pernah menyakiti di masa lalu, atau menyesali kegagalan yang telah terjadi alih-alih melihat sisi p…

Jangan Beri Harapan Palsu, Bersikap Tegaslah!

Saat ada seseorang yang menyukai kita atau bahkan mencintai kita, tentu tak selalu pula kita merasakan hal yang sama dengan yang orang lain rasakan. Kita memang tak bisa mengontrol perasaan orang lain terhadap kita. Itu hak setiap orang untuk memiliki perasaan suka, benci, atau apapun. Yang bisa kita lakukan adalah mengontrol sikap kita terhadap orang lain. 

Nah, saat orang yang menyukai kita tersebut menyatakan perasaannya pada kita, di sinilah mulai muncul dilema. Terutama jika kita tak memiliki perasaan yang sama, apalagi jika ternyata orang tersebut memiliki hubungan yang baik dan cukup dekat dengan kita, Apakah dia teman kerja, saudaranya sahabat kita, atau memang orang itu adalah sahabat kita sendiri. 

Biasanya muncul perasaan bingung, karena kita tak tega kalau harus menolak secara langsung dan menyatakan kalau kita tak punya perasaan suka padanya. Akhirnya, sebagian orang memilih menggantungkan jawaban, dengan tak menyatakan iya juga tak mengatakan tidak. Tapi, hal seperti itu j…

Pendengar yang Baik

Menurut saya menjadi pendengar yang baik, lebih sulit dibanding jadi pembicara yang baik. Buktinya, kalau kita ingin jadi pembicara yang baik, kita bisa menemukan orang-orang yang bisa mengajari kita untuk itu. Kita bisa menemukannya di lembaga kursus atau pendidikan yang mengajarkan public speaking. Tapi, saya belum pernah dengar ada orang-orang atau lembaga pendidikan yang bisa mengajarkan kita bagaimana jadi pendengar yang baik.

Saya kadang merasa, pendengar yang baik termasuk sebuah karunia, di mana hanya orang-orang tertentulah yang benar-benar memilikinya. Mendengarkan memang mudah, namun mendengarkan sepenuh hati dan menghadirkan hati serta pikiran saat kita sedang mendengarkan orang lain bukanlah hal yang mudah. Itu sebabnya banyak orang yang suka memotong pembicaraan orang lain, kurang menghargai pendapat orang lain, dan merasa dirinya yang lebih baik dan benar.

Tak semua orang yang sedang mendengar pembicaraan kita, benar-benar mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Ada yang han…