Skip to main content

Coba Lagi, Coba Terus, dan Jangan Menyerah

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya berjuang dalam hidupnya. Apakah berjuang untuk sembuh dari penyakit kronis, berjuang untuk bisa sukses, berjuang untuk mempertahankan rumah tangga, berjuang untuk terbebas dari kecanduan narkotika, atau berjuang membela sesuatu yang benar, dan masih banyak lagi perjuangan-perjuangan lainnya.

Ujian terbesar dalam perjuangan kita ada pada saat kita menemukan hambatan atau tantangan yang membuat kita merasa ingin menyerah. Ada saat di mana kita merasa lelah dengan perjuangan kita, dan kita kehilangan semangat untuk berusaha lagi, mencoba lagi. Rasanya buntu, ingin berhenti. Ya, yang namanya berjuang tentu ada tantangannya. Rasa lelah dan ingin menyerah dalam berjuang, bisa membuat kita gagal dalam perjuangan kita, maka dari itu kita perlu mengatasinya.

Sumber gambar : muharrikdakwah.com

Kita harus mencari alasan yang kuat di balik perjuangan kita. Alasan inilah yang akan memotivasi kita untuk selalu bisa untuk mencoba lagi, mencoba terus, dan tak menyerah. Carilah alasan yang besar dan hebat. Kita akan selalu menemukan alasan untuk berjuang, selama apa yang kita perjuangkan itu positif dan termasuk dalam kebaikan. 

Misal : seseorang yang berjuang mengatasi penyakit kanker stadium akhir, awalnya ia menjadikan anak-anaknya sebagai alasan dibalik perjuangannya untuk sembuh, kemudian ia mencari alasan yang lebih besar lagi demi memotivasi perjuangannya, yaitu ia juga bertekad untuk bisa menginspirasi orang-orang di seluruh dunia agar berjuang mengatasi penyakitnya dan tak pernah menyerah. Ia ingin menjadi contoh bahwa kanker tak akan mematikan jiwanya selama ia selalu bisa semangat menghidupkan hatinya. Alasan itu luar biasa hebat untuk diperjuangkan bukan? Jadi, carilah alasan yang hebat untuk memotivasi perjuangan kita.

Jangan lupa tulislah alasan-alasan yang bisa memotivasi kita tersebut. Jadi, kita bisa membacanya lagi kapanpun kita butuh semangat untuk terus berjuang. Alasan yang kita tulis tersebut bisa membuat kita lebih mudah mengingatnya kembali. 




*Self reminder*

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …