Skip to main content

Dalam Bekerja, Manfaat Lebih Penting Dibanding Uang yang Kita Terima

Setiap orang memiliki tujuan masing-masing dalam melakukan pekerjaannya. Ada yang tujuan utamanya adalah uang, mencari kesibukan, menyalurkan hobi, menolong orang atau untuk tujuan sosial. Apapun itu, selama tujuan tersebut tak bersifat negatif dan tak menimbulkan kerugian, maka tak masalah. Semua orang berhak menentukan tujuannya masing-masing. Biasanya, tujuan inilah yang kemudian memotivasi seseorang dalam bekerja.

Sumber gambar : lifesyle.kompasiana.com

Sebenarnya, yang paling penting dari sebuah pekerjaan yang kita lakukan adalah manfaatnya, bagi diri kita dan orang lain. Tapi manfaat di sini bukan dari segi materi, tapi lebih kepada hikmah, pengaruh, atau dampak yang didapat dari pekerjaan itu. Uang hanya pelengkap dari hasil bekerja, tapi tak lebih penting dari manfaat berupa hikmah yang diperoleh.

Jika kita lebih fokus pada manfaat dibanding uang yang kita terima dalam bekerja, ini akan membuat kita lebih ikhlas dalam bekerja. Itulah sebabnya, orang-orang yang bekerja di dunia sosial, yang sifatnya menolong orang lain, mereka tak merisaukan berapa uang yang mereka terima, karena mereka telah merasa puas dengan manfaat yang didapat dari pekerjaan itu. Bahkan ada orang-orang yang rela tak mendapatkan bayaran dari pekerjaan yang mereka lakukan. 

Uang memang penting, tapi jangan sampai kita hanya fokus pada uang semata dan mengesampingkan hikmahnya. Yakinlah bahwa setiap pekerjaan kita akan dibayar oleh Allah. Jika pekerjaan yang kita lakukan bernilai ibadah kebaikan, maka pasti akan dibayar dengan kebaikan, yang tak hanya berbentuk materi. 

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…