Skip to main content

Dalam Bisnis, Kepuasan Pelanggan yang Terpenting

Dalam menjalankan sebuah usaha (bisnis), ada banyak hal yang harus kita perhatikan. Ada produk, pelanggan, tempat usaha, orang-orang yang menjalankan usaha tersebut, hingga para mitra usaha, dan lain-lain. Namun ada satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi faktor utama yang bisa mensukseskan sebuah bisnis. Jika pelanggan tak puas, bisnis sebesar apapun tak akan bisa maju ataupun bertahan.

Tak mudah untuk mendapatkan kepuasan pelanggan. Pelanggan merupakan faktor yang dinamis, karena setiap pelanggan memiliki karakter yang berbeda-beda. Semakin besar sebuah bisnis, maka semakin banyak pula jumlah pelanggan yang dimilikinya. Ini berarti semakin tinggi tingkat kesulitannya untuk mencapai kepuasan pelanggan, karena akan ada semakin banyak karakter pelanggan yang harus ditangani.

Saya sendiri pernah mengalami, betapa tak mudahnya membuat pelanggan puas. Melayani pelanggan itu susah-susah gampang. Ada pelanggan yang mudah, dan ada pelanggan yang sulit untuk ditangani. Kita juga harus punya kesabaran ekstra menghadapi pelanggan yang sulit. Dan kita juga butuh banyak cara untuk menangani mereka, sebab cara A bisa jadi cocok untuk pelanggan yang satu, tapi belum tentu cocok untuk pelanggan yang lainnya. 

Sumber gambar : areyounet.com

Terciptanya kepuasan pelanggan tentu berdampak pada kesuksesan sebuah bisnis. Dengan pelanggan yang puas, ini bisa jadi sarana promosi yang paling baik. Pelanggan yang puas tentu akan dengan senang hati memberikan pendapat positifnya (testimoni) terhadap orang lain, dan ini bisa jadi sarana promosi mouth of mouth. Mereka juga akan dengan senang hati kembali lagi untuk melakukan pembelian ulang. 

Comments

  1. bener banget Mbak, pelanggan yg puas pasti akan ikutan berpromosi :)

    ReplyDelete
  2. Pantes yaa...pintu syurganya pedagang di lebihkan sama Allah beberapa. Karna Pedagang mensiyiarkan kesabaran, kejujuran, dan ktinggian akhlaknya.
    Saya pernah berdagang juga, dan memang berat menurut saya...

    ReplyDelete
  3. Pembeli adalah raja..bener2 harus total ya berarti kalo jualan gabisa disambi..kalo lagi repot pun harus meluangkan waktu dengar keluh kesah konsumen ttg produk.haduuuh..paling gabisa kaya gitu makanya setiap jualan ga pernah lama :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, sama mak.. Saya juga kurang telaten kalau jualan.. :p

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…