Skip to main content

Fokuslah Pada Masa Sekarang

Sumber gambar : shutterstock.com

Kita hidup di masa sekarang, bukan masa lalu, atau masa depan. Masa lalu sudah berlalu, tak mungkin bisa kembali. Yang bisa kita lakukan adalah menjadikannya sebagai pembelajaran agar ke depannya (masa sekarang) kita bisa semakin baik, salah satunya dengan tak mengulang kesalahan yang sama. Masa depan juga belum datang, dan belum tentu datang, sebab kita tak bisa menjamin apa yang akan terjadi di masa depan. Kita hanya berusaha melakukan yang terbaik di masa sekarang dengan harapan agar masa depan kita lebih baik dari masa sekarang. 

Kita tau bahwa kita hidup di masa sekarang, tapi banyak juga orang yang masih saja disibukkan oleh masa lalu dan masa depan, hingga akhirnya mengabaikan masa sekarang yang jauh lebih penting untuk kita fokuskan. Orang-orang yang masih disibukkan dengan masa lalunya membuat mereka sulit untuk move on. Masih meratapi kesedihan di masa lalu, membenci orang yang pernah menyakiti di masa lalu, atau menyesali kegagalan yang telah terjadi alih-alih melihat sisi positifnya, itu semua termasuk ciri orang yang belum bisa move on dari masa lalunya. 

Sedangkan orang-orang yang disibukkan dengan masa depannya, adalah mereka yang memiliki panjang angan-angan atau mereka yang terlalu khawatir akan masa depan yang belum terjadi. Masa depan adalah waktu yang kita tak bisa mengendalikannya. Kita hanya memiliki kendali untuk waktu yang kita jalani saat ini (masa sekarang), dengan berbagai pilihan yang kita ambil dan jalani. Oleh karenanya, hiduplah sebenar-benarnya hidup di masa sekarang yang sedang kita jalani, dan fokuslah pada masa sekarang.  

Hidup hanya satu kali, jalani dengan penuh syukur, nikmatilah dan lakukan yang terbaik :) 




*Self reminder*

Comments

  1. Rugi banget deh...klw cuma terpaku dengan masa lampu yang nggak enak. Nice Post,Mak...:)

    ReplyDelete
  2. "jangan tangisi masa lalu .." kata lagu2 melow ya mba :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…