Skip to main content

Hal yang Kecil Lebih Baik Dibanding Tidak Sama Sekali

Sumber gambar : dreamstime.com

Tanpa kita sadari, kita kerap menganggap sepele hal-hal yang nampak kecil. Termasuk dalam hal perbuatan atau pemberian. Padahal jika hal-hal yang nampak kecil tersebut disatukan, maka akan menjadi hal yang besar dan sangat berarti. Terutama jika ini dikaitkan dengan pertolongan atau bantuan yang memberikan manfaat, khususnya bagi orang lain. 

Misalnya saat kita ingin memberikan bantuan, terkadang atau bahkan seringkali kita mengurungkan niat baik kita tersebut, karena merasa uang yang bisa kita berikan tak seberapa. Bayangkan jika ada 100 orang yang mengurungkan niatnya sama seperti yang kita lakukan, bukankah itu merugikan? Jadi, berikan aja apa yang bisa kita berikan, selama niat kita baik. Tentunya selama apa yang kita berikan tersebut masih pantas dan layak untuk diberikan. 

Begitupun saat kita melakukan perbuatan yang bermanfaat, misalnya mengambil sampah yang ada di jalanan atau sekadar menyingkirkan kulit pisang di tengah jalan. Ini seringkali dianggap sepele, padahal selama hal itu bermanfaat maka tak bisa dianggap sepele. Setiap hal yang bermanfaat maka tentu ada nilai pahalanya, tak akan sia-sia. Bisa jadi, sebuah tindakan yang nampak sepele itulah yang bernilai besar jika hal sepele itu diiringi dengan niat baik dan ketulusan. Sebaliknya hal yang besar bisa jadi tak seberapa bernilai jika terdapat motif atau modus yang negatif, serta tak diiringi dengan keikhlasan. 

Dalam hal yang memberikan manfaat, hal yang kecil lebih baik dibanding tidak sama sekali. Jangan ragu untuk melakukan tindakan, sekecil apapun itu asal diiringi dengan niat baik dan keikhlasan insya Allah pasti menuai hasil.




*Self reminder*

Comments

  1. Hal kecil yg bermanfaat klo kt istiqomah dan selalu melakukannya insyaallah bisa menjadi hal besar mbak...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…