Skip to main content

Hidupmu Adalah Tanggung Jawabmu

Saat kita mulai tumbuh dewasa, kita juga harus mulai belajar untuk bertanggung jawab atas kehidupan kita. Kita tak perlu menyalahkan orang lain atas segala hal yang kita rasakan dan alami. Misalnya, jika kamu terlahir dari keluarga broken home, tak perlu salahkan orangtuamu atas semua ketidakbahagiaanmu. Sekalipun mereka pasti memiliki kekhilafan dan kekurangan. 

Namun yakinlah, sikap menyalahkan orang lain atas apa yang saat ini terjadi padamu, sama sekali tak akan menguntungkanmu. Sikap seperti itu tak akan membuatmu menjadi dewasa. Jika kamu masih di usia anak-anak, kamu bisa bersikap seperti itu, sebab pada usia tersebut orangtuamu-lah yang menjadi penanggung jawab penuh hidupmu. Tapi, jika kamu telah dewasa, kamulah yang bertanggung jawab penuh atas hidupmu. 

Saat kita dewasa, kita belajar mengambil keputusan sendiri dan membuat pilihan-pilihan. Kita belajar untuk mandiri, dengan cara tak lagi bergantung pada orang lain, termasuk orangtua. Di sinilah kita belajar bertanggung jawab. Kita punya kendali penuh atas diri kita dan kehidupan kita. 

Sumber gambar : wikihow.com

Apa yang kita dan alami dan rasakan, semuanya merupakan hasil dari pilihan hidup kita. Jika kita ingin bahagia, maka pilihlah untuk selalu bisa mensyukuri apa yang kita punya, dibanding mengeluhkan apa yang tak kita punya. Pilihlah untuk melihat sisi positif dari setiap kejadian buruk, dibanding melihat sisi negatifnya. Dan pilihlah untuk mengambil sikap terbaik dalam menyikapi segala permasalahan hidup.

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …