Skip to main content

Kegagalan Membuat Kita Terjatuh atau Malah Berdiri Lebih Tinggi

Saat kita tak berhasil mendapatkan keinginan kita, saat kita mengalami penolakan, kebangkrutan, perceraian, kita kerap menyebutnya sebagai sebuah kegagalan. Padahal belum tentu hal itu benar-benar sebuah kegagalan, sebelum kita melihat bagaimana cara kita menyikapi kegagalan tersebut. 

Memang, tak ada orang yang mengharapkan kegagalan. Karena menghadapi kegagalan bukanlah hal yang mudah. Tapi terkadang, seseorang membutuhkan kegagalan. Sebab, kegagalan bisa jadi sebuah proses untuk kita belajar lebih dewasa, lebih bijak, dan lebih kuat. Kegagalan justru bisa membuat kita menjadi pribadi lebih baik lagi, jika kita menyikapi kegagalan dengan cara yang tepat. 

Sumber gambar : dailyquotes.co

Kegagalan tak akan benar-benar jadi kegagalan, jika kita mampu menjadikan kegagalan itu sebagai sebuah proses pembelajaran. Ini semua tergantung bagaimana cara kita menyikapi kegagalan. Kita yang menentukan, apakah kegagalan itu akan membuat kita terjatuh atau malah berdiri lebih tinggi. 

Kegagalan akan membuat kita benar-benar terjatuh jika kita menolak untuk bangkit dan tak pintar menjadikannya sebagai pembelajaran. Dan jika kita benar-benar terjatuh, sesungguhnya bukan karena kegagalannya, tapi karena sikap kita sendiri yang salah menyikapi kegagalan. 

Dan kegagalan bisa menguntungkan kita, jika kita pintar mengambil banyak hikmah. Kegagalan juga bisa mengantarkan kita pada keberhasilan yang lebih tinggi. Jadi, jangan menganggap diri kita gagal, jika kita selalu bisa bangkit dan belajar darinya. Itu hanya sebuah proses pembelajaran. 

Comments

  1. Kalau ikut pandangan umum, capek sendiri ya,Mak...Padahal bukan gagal, tapi harus hijrah. Betul mak...banyak hikmah dibaliknya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, omongan orang bisa bikin kita down kalau kita rapuh..

      Delete
  2. kegagalan dan kesuksesan soalnya dah satu paket ya mbak, klo mau sukses harus mau menghadapi gagalnya juga.. semangat selalu!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…