Skip to main content

Kesenangan dan Kesedihan Tak Abadi

Sumber gambar : glogster.com

Di saat kita diberi kesenangan dan kesedihan, jangan lupa juga bahwa tak ada sesuatupun di dunia ini yang abadi. Termasuk pula kesenangan dan kesedihan yang diberikan Allah. Kehidupan itu pasti ada turun naiknya, ada senang sedihnya, ada sulit dan mudahnya. Tapi, ini pula yang membuat hidup kita jadi seru, kan? Coba bayangin kalau hidup kita hanya berisi kesedihan atau sebaliknya hanya berisi kesenangan. Tentu kita akan mudah merasa jemu. 

Kesenangan memang harapan semua orang, namun jika kesenangan tak pernah berganti dengan kesedihan, apa kita tak bosan? Kesedihan bisa membuat kita lebih menghargai dan mensyukuri kesenangan yang telah kita peroleh. Setelah melewati sebuah kesedihan, akan membuat kita lebih bisa merasakan sebuah kesenangan, karena kehadirannya sudah begitu kita nantikan sejak kita mengalami kesedihan.

Begitu pula dengan kesedihan, apa jadinya jika ia kita alami selamanya. Rasanya hidup akan kelabu. Kesedihan akan berganti dengan kesenangan, sebagai buah kesabaran kita menjalani kesedihan. Kesenangan akan menjadi harapan semua orang yang sedang mengalami kesedihan. Di mana kesenangan setelah masa kesedihan adalah hal yang pasti terjadi. Ini menjadi sebuah harapan bagi kita, agar tak pesimis serta putus asa menjalani kesedihan. 

Saat kita diberi kesenangan, bersyukurlah, tapi jangan sikapi kesenangan secara berlebihan, dengan melakukan hal-hal yang mubazir atau boros. Jangan pula menjadi takabur dan sombong atas kesenangan yang kita peroleh. Dan, saat kita diberi kesedihan, janganlah pesimis dan putus asa, karena kelak kesedihan akan berganti dengan kesenangan. Jangan bersikap seolah kesedihan itu hanya kita yang mengalami. Kesedihan juga pernah dialami semua orang, jadi jangan merasa kitalah yang paling menderita. 



*Self reminder*

Comments

  1. Memang semuanya jangan serba berlebihan yah mbak :)
    Kita gak bakalan pernah bisa memahami arti bahagia kalo gak pernah sedih dulu :)

    Aniwei, katanya mbak mau dateng ke acara KEB kemaren itu, dateng gak sih?
    Kok aku gak lihat yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul :)
      Hiks, aku gak jadi dateng mak :'( Ada kerjaan..

      Delete
  2. Semua yg berlebihan itu memang kurang baik ya...saya tuh kalo sedih suka merasa menderita bgt sih..padahal masih banyak yg harus diayukuri :( hanya saja utk ikhlas itu ya Allah rasanya..berat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan Allah membuat Mak Kania bisa jauh lebih ikhlas dan lapang hati :) aamiin.

      Delete
  3. Selalu seimbang ya, mba. Ada susah ada senang, kadang bisa dalam waktu yang berbarengan juga.

    ReplyDelete
  4. Beruntung sekali Allah memberi kita sifat lupa. Kalau tidak kesedihan-kesedihan lalu samapai esok akan bertumpuk menyusahkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga ya mak, sifat lupa ada hikmahnya juga :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …