Skip to main content

Kesulitan Menguji Kekuatan Kita

Masa-masa sulit memang tak menyenangkan. Semua orang tentu mengharapkan kemudahan dan kebahagiaan. Tapi, kesulitan pasti ada dalam perjalanan hidup kita. Sepanjang hidup saya selama ini, saya juga pernah mengalami masa-masa sulit, terutama pasca perceraian saya. Rasanya pada saat itu, saya ingin semua segera berlalu. Tapi saya berusaha meyakinkan diri sendiri, bahwa saya bisa kuat untuk menjalani itu semua. Sebab, hanya kekuatanlah yang bisa membantu kita melewati segala kesulitan hidup, yaitu kekuatan doa serta usaha kita.

Sumber gambar : iwantcovers.com

Alhamdulillaah, akhirnya semua memang terlewati juga. Dan setelah masa sulit itu berlalu, saya merasa semuanya tergantikan dengan kebahagiaan. Ini merupakan ketetapan Allah, sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya di Qur'an surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 : 

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” 

Dan, ada salah satu hikmah setelah kita melalui sebuah kesulitan, yaitu kita menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya. Sebuah kesulitan bisa menguji kekuatan kita. Seberapa kuat kita bertahan, seberapa kuat kesabaran kita, serta seberapa kuat usaha kita untuk bisa melewati semua masa sulit itu. 

Semakin besar ujian hidup yang berhasil kita lewati, menunjukkan semakin besar pula kekuatan kita. Kita tak akan pernah belajar untuk kuat, jika kita tak pernah mengalami ujian berupa masa-masa sulit. Jadi, masa-masa sulit juga harus kita syukuri, karena telah mengajarkan kita untuk kuat. 

Comments

  1. Kata akhirnya bagus banget,Mak...:)

    ReplyDelete
  2. sekolah kehidupan ya Mbak...
    kita ditempa dengan berbagai kesulitan, agar menjadi semakin kuat dan kuat ...
    semangattt ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…