Skip to main content

Kita Menuai Apa yang Kita Tanam

Sumber gambar : inspirably.com

Kalau kita ingin tau seperti apa masa depan kita, maka coba lihat apa yang kita lakukan sekarang. Karena apa yang kita lakukan hari ini ikut menentukan seperti apa masa depan kita kelak. Jika hari ini kita hanya bermalas-malasan, sepanjang hari tidur-tiduran, sibuk mengeluhkan ini dan itu. Jangan harapkan masa depan yang cerah, jika seperti itu aktivitas kita. 

Kalau kita menginginkan masa depan yang berhasil, maka ubahlah aktivitas kita hari ini menjadi aktivitas yang bisa mengantarkan kita pada keberhasilan. Lakukan aktivitas yang membuat kita pantas mendapatkan keberhasilan di masa depan.

Pilihan-pilihan kita di hari ini, ikut menentukan seperti apa masa depan kita nanti. Sikap, tindakan, usaha, serta pikiran dan doa kita di hari ini tentunya akan berpengaruh pada masa depan kita. Sebab kelak kita hanya akan menuai apa yang kita tanam. Jika kita menanam usaha-usaha yang baik, positif, dan bermanfaat, itu pula yang akan kita dapatkan di masa depan. Jika kita tak menanam apapun, alias hanya bermalas-malasan, maka tak akan ada yang kita tuai di masa depan. Begitupun jika kita menanam sesuatu yang negatif, maka itu pula yang akan kita dapatkan di masa depan. 

Maka berusahalah untuk membuat pilihan yang baik dan benar. Pilihlah untuk mengambil sikap, tindakan, atau usaha yang positif. Ingatlah, diri kitalah yang menentukan masa depan kita. 

Comments

  1. Berharap dapat pilihan yang tidak salah untuk di tanam...:) Trmks sdh diingatkan yaa :)

    ReplyDelete
  2. Marilah kita menanam kebaikan... bukan hanya untuk kita, tetapi anak cucu kita juga dapat menikmatinya.

    ReplyDelete
  3. sangat setuju Mak.. dan yang terpenting, kita rajin2 saja menanam kebaikan dengan ikhlas, insyaAllah segala kebaikan akan beserta dengan kita dan keluarga kita :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…