Skip to main content

Komunitas Rumah Kedua (Bag.1)

Segurat Kepedulian untuk Setitik Perubahan

Latar Belakang 

Penelitian membuktikan bahwa kasus perceraian di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup drastis. Meski perceraian seringkali dianggap sebagai solusi terbaik, perceraian tetaplah sebuah proses hidup yang tak mudah untuk dijalani, khususnya bagi anak dari orangtua yang bercerai tersebut. Anak bisa menjadi korban dari sebuah perceraian, jika kedua orangtua yang bercerai tak pandai menyikapi berbagai problematika pasca perceraian itu berlangsung. Anak kerap merasa kehilangan figur orangtuanya akibat perceraian itu. Akhirnya, mereka kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya.

Namun perceraian hanya salah satu dari sekian permasalahan rumah tangga, yang bisa menyebabkan kondisi rumah tempat berkumpulnya keluarga menjadi tak nyaman lagi, karena ada ketidakharmonisan, ketidakpedulian, atau keributan di dalamnya. Keadaan ini biasa kita sebut dengan istilah broken home.

Ada juga rumah tangga yang utuh, dalam arti masih terikat dalam pernikahan, namun bisa dikategorikan ke dalam keluarga broken home, manakala orangtua kerap bertengkar di depan anak, kedua orangtua saling bersikap tak peduli dan dingin, atau orangtua terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing hingga mengabaikan kebutuhan anak akan kasih sayang.

Anak-anak dengan latar belakang keluarga broken home, memang memiliki kecenderungan untuk tumbuh menjadi pribadi yang rapuh. Hal ini disebabkan karena kurangnya kasih sayang dan kepedulian dari orangtuanya, serta segala permasalahan yang membuatnya merasa tak nyaman di dalam keluarganya sendiri. Latar belakang keluarga yang broken home bisa membuat seorang anak lebih mudah terjerumus pada gaya hidup yang negatif, ketergantungan pada alkohol maupun narkotika, serta pergaulan bebas.

Tapi tentu tak semua anak dari keluarga broken home akan tumbuh menjadi pribadi yang rapuh. Banyak pula di antara mereka yang tumbuh menjadi anak yang lebih tangguh dan berhasil meraih kesuksesan.

“When you come from a broken home, the environment makes you stronger and hard thinker, you learn to focus on what is really important and to pursue your dreams. In fact you become a stronger and smarter person in every way.” – MRRS

Tak ada seorangpun yang ingin dilahirkan dari keluarga broken home, tapi jika kita dipilih menjadi salah satunya, maka yakinlah ada pembelajaran yang bisa diambil darinya. Kita tak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, tapi kita bisa memilih jalan mana yang kita tempuh untuk hidup kita di masa depan.

Inilah yang mendasari terbentuknya komunitas Rumah Kedua. Atas dasar kepedulian dan semangat untuk saling membantu, dan membangun masa depan yang jauh lebih baik bagi anak dengan latar belakang keluarga broken home. Kami berharap Rumah Kedua bisa menjadi tempat yang nyaman layaknya keluarga, di mana di dalamnya terdapat rasa saling menyayangi, saling peduli, dan saling membantu serta memotivasi anak-anak dari keluarga broken home.

Mari tunjukkan kepedulian kita terhadap anak broken home dengan bergabung di komunitas ini. Bagi yang ingin bergabung, silahkan kirimkan email, berisi nama, alamat, dan nomor kontak kalian ke : theilla.adodo@gmail.com dengan subjek : Penghuni Rumah Kedua. Komunitas ini tak hanya diperuntukkan bagi anak-anak broken home, tapi bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap anak broken home.

Kami tunggu kepedulian kalian di komunitas Rumah Kedua.

Visi

Membangun karakter positif dan motivasi bagi anak-anak dengan latar belakang keluarga broken home.

Misi

1. Menjadi rumah kedua yang bisa memberikan rasa nyaman untuk berbagi cerita, kasih sayang, dan semangat.

2. Menjadi komunitas yang berdampak di segala usia melalui kegiatan bersama yang kreatif dan berkala.



Salam hangat,

- Marthella Rivera Roidatua Sirait
- Arifah Abdul Majid

Comments

  1. Kegiatannya online atau offline mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sementara ini online dulu, masih ngumpulin anggota dulu mak, karena baru beberapa orang yang gabung :)

      Delete
  2. Aku juga anak broken home bun. Dulu sempat mengalami masa labil itu juga. Tp alhamdulilah semua itu bs jd pelajara hidup yg berharga. Pengen gabung juga di komunitasnya, tp takut ngga bs konsisten krn kesibukan yg cukup bnyk menyita waktu. Aku yakin komunitasnya bakal manfaat bgt, krn pernah merasakan sndiri gmn rasanya jd anak brokenhome

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah, semua sudah terlewati ya mak :) Gak apa mak, kalau mau ikut gabung, ayo aja..insya Allah ada waktunya untuk berpartisipasi di sini ;)

      Delete
  3. Bunda, isi blognya sangat menginspirasi :) kayanya klu ikutan komunitas ini aku ga bisa ikut krn utk situasi kondisi dan keadaan yg sekrg bnr2 ga bisa. Tapi, sebenarnya pgn bgt buat ikutan gabung.. krn udah punya pengalaman kopdaran juga, dan itu sangat mengasyikkan. Oiya, Alhamdulillah, kebetulan bisa nemu blog ini. :) isi blognya aja udah sangat memotivasi, apalagi klu konsultasi langsung ke penulisnya.. heheheh
    klu boleh share, bisanya via apa ya, Bun? Terima Kasih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah, makasih ya. Komunitasnya belum jadi 100 % nih, ayo kalau Naufal mau ikut gabung. Boleh kontak saya via email : arifah.permatasari@gmail.com. Kalau mau WA juga ada, tapi nanti aja di email ya nomornya kalau mau.

      Delete
  4. makanya kita harus selektip memilih pasangan supaya tidak kandas di tengah jalan,,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hal itu bisa jadi saran yang baik. Tapi bisa saja, meski kita sudah berusaha selektif, di tengah jalan ada ujian yang kemudian menyebabkan perceraian.

      Delete
  5. Terkadang kita harus melepaskan seseorang yang kita sayangi........ Bukan kita tak lagi menyayanginya.....tapi karena dia lebih bahagia saat kita melepasnya ?

    ReplyDelete
  6. Haloo ibu Arifah. Saya adalah salahsatu dari sekian kasus anak broken home yg mengalami perceraian dan berbagai masalah dirumah. Umur saya saat ini 17tahun. Boleh saya join dalam kegiatan ini, Bu? Terimakasih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Rizky :)
      Maaf banget sebelumnya, saya udah gak gabung di komunitas Rumah Kedua. Rizky bisa kontak saya di email: arifah.permatasari@gmail.com kalau ada yang mau di share silahkan ya..

      Delete
  7. Aku anak dari keluarga broken home dan punya penyakit bipolar. Ini yang membuat ku sulit untuk bangkit. Aku mau gabung sekalian aku terapi dalam bersoaialisasi dengan orang baru.. salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Mbak Fany :)
      Pasti bisa bangkit selama betul-betul berusaha untuk itu.
      Salam kenal kembali, ya..

      Delete
  8. Halo bu, saya lydya ingin bertanya lebih detail lagi tentang komunitas rumah kedua ini seperti apa. Untuk keperluan skripsi saya. Boleh lah saya meminta kontak ibu? Terimakash banyak sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Lydya :)

      Maaf telat balasnya. Boleh kontak ke email saya ya: arifah.abdulmajid@gmail.com Tapi saya udah gak ada di komunitas tersebut Mbak.

      Delete
  9. Replies
    1. Iya Mbak, tapi saya udah gak di sana lagi :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…