Skip to main content

Lupakan Kebaikanmu

Kebaikan yang sempurna adalah kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan dari orang lain. Karena seringkali saat kita melakukan kebaikan, tanpa kita sadari kita juga berharap orang itu akan melakukan hal yang sama. Ya, gak selalu berarti kita berharap dia melakukan hal serupa, tapi minimal kita berharap dia juga akan bersikap baik pada kita. 

Saat orang yang kita beri kebaikan tersebut berbuat hal yang tak sesuai harapan kita atau keburukan, biasanya kita akan merasa kesal, kemudian kita menjauhinya dan timbul rasa malas untuk berbaik-baik lagi pada orang itu. Nah, sikap seperti ini sebetulnya menunjukkan bahwa kita, -tanpa sadar- juga berharap orang lain berbuat baik seperti halnya kita terhadapnya. 

Itu sebabnya, kita kadang merasa malas untuk berbaik-baik pada orang yang bersikap buruk pada kita. Kita cenderung bersikap baik hanya pada orang-orang yang juga baik pada kita. Gak salah sih, jika kita bersikap baik pada orang yang juga baik pada kita. Sebab membalas kebaikan dengan kebaikan merupakan hal yang indah. Tapi, akan jauh lebih indah jika kita bisa melakukan kebaikan dengan siapapun, termasuk pada orang yang telah berbuat buruk pada kita. 

Sumber gambar : inspirably.com

Kebaikan yang kita lakukan sebaiknya memang tak perlu kita ingat-ingat, apalagi menghitungnya. Jika kita memang ikhlas melakukan kebaikan, berarti kita tak mengharapkan apapun dari orang lain. Maka, lupakan kebaikan yang kita lakukan. Yakin aja, setiap kebaikan yang kita perbuat tak ada yang sia-sia, sebab ada Allah Yang Maha Mengetahui segala perbuatan kita, dan ada Allah Yang Maha Menghitung setiap perbuatan kita.  




*Self reminder*

Comments

  1. Iya mba..saya juga sering lupa. Duuh susah ya berbuat ikhlas lillahi ta'ala

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …