Skip to main content

Melakukan Satu Pekerjaan di Satu Waktu atau Multitasking?

Manakah yang lebih baik, melakukan satu pekerjaan di satu waktu atau multitasking (melakukan beberapa pekerjaan pada waktu bersamaan)? Sebenarnya tak ada yang lebih baik di antara keduanya. Sebab, itu tergantung dari kemampuan serta kenyamanan seseorang beraktivitas. Ada orang yang merasa lebih cocok ber-multitasking, ada juga orang yang merasa lebih cocok melakukan satu pekerjaan di satu waktu.

Sumber gambar : dreamstime.com

Melakukan satu pekerjaan di satu waktu ataupun multitasking, keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagi mereka yang suka melakukan pekerjaan dengan tenang tanpa terburu-buru, memiliki sifat perfectionist, serta kesulitan untuk fokus pada berbagai hal secara bersamaan, maka lebih cocok untuk melakukan pekerjaan di satu waktu. Sedangkan bagi mereka yang suka melakukan pekerjaan dengan sistem deadline, memiliki fokus yang baik meski melakukan banyak aktivitas di satu waktu, dan tak bersifat perfectionist, maka mereka lebih cocok untuk ber-multitasking

Multitasking memang bisa membuat beberapa pekerjaan selesai dalam waktu bersamaan. Sehingga kita merasa lebib efisien dalam penggunaan waktu. Sedangkan melakukan pekerjaan di satu waktu akan menghasilkan pekerjaan yang lebih minim dari kesalahan, sebab dilakukan dengan fokus yang lebih baik. Kita juga akan merasa lebih tenang saat melakukannya, karena biasanya dilakukan dengan lebih santai. 

Kalau saya pribadi lebih suka melakukan pekerjaan di satu waktu, tapi bukan berarti gak pernah multitasking. Karena saya kurang bisa fokus secara maksimal jika melakukan beberapa pekerjaan di waktu yang bersamaan. 

Comments

  1. saya sering mak, akibatnya sayur gosong, anak2 ribut, dan sebagainya hiks...kalo ngga gitu, ga beres mak kerjaannya...niatnya tidur malem bangun pagi. perasaan udah bangun pagi eh...masih aja ya ada aj kerjaannya. saya harus belajar mengurangi keinginan kayaknya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayapun begitu mak kalau multitasking malah jadi rusuh :p

      Delete
  2. Saya juga nggak bisa multitasking, mak... Susah fokus eui...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …