Skip to main content

Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Sumber gambar : forum.kompas.com

Kamu punya kebiasaan buruk? Pasti semua orang punya, termasuk saya :p Di tahun 2015 ini banyak orang yang memiliki resolusi untuk menghilangkan kebiasaan buruknya. Tentu gak mudah untuk menghilangkan kebiasaan buruk, apalagi yang sudah mendarah daging alias sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Saya punya beberapa tips nih yang mudah-mudahan bisa membantu kalian yang ingin menghilangkan kebiasaan buruknya.

1.  Sebelum kita berusaha menghilangkan kebiasaan buruk, pertama-tama kita harus yakin kalau hal ini merupakan kebiasaan buruk yang memang harus kita hilangkan, agar bisa jadi pribadi yang lebih baik atau memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. Bulatkan tekad kita untuk move on dari kebiasaan buruk ini.

2.  Persiapkan langkah-langkah atau cara-cara, serta tips-tips untuk menghilangkan kebiasaan buruk kita itu. Ini bisa kita dapatkan melalui buku, googling, nanya teman, dan lain-lain. Ini akan mempermudah kita, agar tindakan kita bisa lebih efektif.

3.  Tak perlu membuat target yang terlalu tinggi. Misalnya, menghilangkan kebiasaan buruk dalam waktu sebulan. Sebab merubah kebiasaan itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Yang penting bukan mencapai target, tapi dampak positif dari perubahan tersebut dalam hidup kita, itulah yang penting. 

4.  Perlahan tapi pasti. Jadi, jangan terburu-buru ingin cepat menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Jalani aja prosesnya sebaik mungkin, yang penting bukan seberapa cepat tapi seberapa kuat kita berusaha untuk teguh menghilangkan kebiasaan buruk itu. 

5.  Jangan memaksa diri. Seringkali kita mendapat godaan saat kita ingin melakukan sesuatu yang positif, seperti menghilangkan kebiasaan buruk. Godaan itu datang berupa kemalasan, rasa pesimis, serta pikiran-pikiran yang melemahkan semangat kita. Saat godaan-godaan itu datang, terimalah dan tersenyumlah :) anggap itu ujian dan tantangan bagi kita. Jangan memaksa diri untuk melawan godaan-godaan itu. Sesekali santailah dalam usaha menghilangkan kebiasaan buruk itu. Tapi ingat, jangan kebablasan santai. 

6.  Hargailah prosesnya. Sekalipun perubahan yang kita alami hanya sedikit demi sedikit, syukurilah. Hargai usaha kita sendiri, sekecil apapun itu sudah lebih baik dibanding tak sama sekali. 

7.  Terakhir, dan ini paling penting. Konsistenlah pada usaha kita menghilangkan kebiasaan buruk itu. Semua usahamu bisa jadi sia-sia jika ternyata dalam hitungan bulan kita kembali pada kebiasaan buruk itu lagi. Berusahalah untuk konsisten.


"Perubahan yang tampak sepele, bisa membawa perubahan besar dalam hidup kita jika kita sungguh-sungguh dan konsisten melakukannya."




*Self reminder*

Comments

  1. Huaaa.. makasih mak Arifah tips nya. Bermanfaat. Hargai prosesnya yaa.. Doain ya mak.. :)

    ReplyDelete
  2. Nice post, makasih ya sharingnya, susah-susah gampang memang ya membuang kebiasaan buruk, hehehe

    ReplyDelete
  3. konsisteeennn!! itu kuncinya memang. mau niat atau usaha sebesar apapun, kalau tidak konsisten percuma juga ya, ga akan ada progress-nya *cmiiw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betulll :) dan ini adalah tahap yang paling sulit mbak :p

      Delete
  4. Butuh perjuangan ya mak, saya lagi berjuang untu ngga ngambek2 tapi gimana ya huhu.. saya jadi ngga sabaran sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gak sabaran, ini bukan kebiasaan tapi lebih pada karakter :p gak akan bisa hilang, paling kita bisa merubahnya aja :) ya itu mak, butuh perjuangan ekstrahhh..

      Delete
  5. "Perubahan yang tampak sepele, bisa membawa perubahan besar dalam hidup kita jika kita sungguh-sungguh dan konsisten melakukannya."

    Benar ya Mak .... bersungguh2 dan konsisten itu kuncinya .... saya jg masih punya kebiasaan buruk yang harus dihilangkan nih .. makasih sharingnya Mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua orang punya kebiasaan buruk ya mak, termasuk sayaaa :'(

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…