Skip to main content

Sebelum Menghakimi Orang Lain

Kesalahan kita adalah lebih mudah untuk kita menghakimi orang lain dibanding kita mengoreksi diri sendiri. Padahal apa coba yang kita dapat dari menghakimi orang lain? Kesenangan, kepuasan, kebanggaan? *crazy* Nothing, selain keburukan. Kita tau ini bisa mendatangkan kerugian dan dosa, saat kita sibuk menilai kekurangan orang lain yang membuat kita lupa introspeksi diri. Namun tau hanya sekadar tau, kita tetap melakukan kesalahan ini -_- 

Sumber gambar : pinterest.com

Semakin sibuk kita menilai dan mencari-cari kekurangan orang lain, maka semakin sulit untuk kita bisa melihat dengan jelas kekurangan-kekurangan diri kita sendiri. Tak ada yang menjamin bukan, jika kita lebih baik dari orang yang kita nilai itu? Bisa jadi kita jauh lebih buruk darinya, jika ternyata orang yang kita hakimi tak melakukan keburukan seperti yang kita lakukan, yaitu sibuk mencari-cari kekurangan orang lain. 

Dalam Islam pun, kita dianjurkan untuk menjauhi perilaku suka mencari-cari kesalahan orang lain dan berprasangka buruk, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist berikut :

"Jauhilah berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah mencari-cari isu, janganlah mencari-cari kesalahan, janganlah saling bersaing, janganlah saling mendengki, janganlah saling memarahi, & janganlah saling memusuhi! Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadist riwayat Muslim).

Prasangka buruk dan mencari-cari kesalahan orang lain, kemudian bisa membuat kita menghakimi orang lain dengan penilaian negatif yang belum tentu kebenarannya. 

Sebaiknya, sebelum kita berpikir atau menilai buruk orang lain, lihatlah diri sendiri. Sudah benarkah kita, sudah baikkah kita, apakah kita tak pernah melakukan keburukan dan dosa? Dengan kita mengoreksi diri kita lebih dulu, akan membuat kita lebih berhati-hati menilai orang lain. Karena kita sadar, diri inipun tak luput dari keburukan dan hal-hal negatif yang orang lain tak mengetahuinya. 

Be kindness, dear. That's beautiful :) 




*Self reminder*

Comments

  1. betul banget mba arifah...kalo kita banyak introspeksi dan melihat kekurangan kita, rasanya tak ada ruang untuk selalu menilai buruk orang lain.

    ReplyDelete
  2. Orang kan bisanya lihat tengkuk orang lain mak, kalau lihat tengkuk sendiri ga bisa. Jadi bisanya nge judge orang lain, bukan intropeksi diri sendiri. Semua itu cuma 1 yang bisa menyelamatkan, kontrol diri.

    Nice mak ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kesalahan orang lain kita ributkan, kesalahan diri sendiri disimpan rapat2 -_-

      Delete
  3. Setuju banget mbak. Menghakimi emang gampang. Pelajaran juga buat saya biar nggak gampang menghakimi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah tantangannya ya mbak, kita mudah menghakimi tapi sulit introspeksi..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…