Skip to main content

Tanya Dirimu, Apa Manfaatnya?

Sumber gambar : carapedia.com

Waktu itu kalau sudah kita lewati, rasanya cepat. Tapi jika kita membayangkan waktu yang belum terjadi rasanya lama. Jika kita merenungkan waktu hidup kita yang telah terlewati, rasanya waktu sekian puluh tahun itu sebentar ya. Nah, di waktu yang sebentar itu, rasanya sangat sayang jika kita tak betul-betul memanfaatkannya dengan baik. Apalagi, kalau kita sadar waktu yang telah berlalu tak akan bisa terulang lagi. Kesalahan dan dosa kita di masa lalu tak bisa kita perbaiki. Meski di masa sekarang kita bisa bertaubat, tapi kita tak bisa mengubah kejadian di masa lalu. 

Banyak hal yang kita lakukan, yang bisa jadi sebenarnya tak membawa manfaat, atau malah merugikan. Ya, pastinya kita sebagai manusia memang tak terlepas dari kekhilafan. Tapi, kita harus ingat, bahwa kehidupan kita di dunia ini bukanlah untuk bersenang-senang saja. Meski kita harus mensyukuri segala nikmat pemberian-Nya, namun bukan dengan cara bersenang-senang tanpa manfaat. Sebab kita juga punya tugas di dunia ini. Tugas manusia di dunia ini adalah untuk beribadah pada Allah. 

Dunia ini hanya persinggahan kita menuju tempat tinggal yang sesungguhnya, yang abadi, yaitu akhirat. Dunia ini jadi tempat untuk kita mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya sebagai bekal kita di akhirat kelak. Jadi, sebaiknya setiap kita akan melakukan sesuatu, tanya diri kita, apa manfaatnya bagi diri kita? Apa manfaatnya bagi kehidupan dunia dan akhirat kita? Dan apa manfaatnya bagi agama kita? 




*Self reminder*

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …