Skip to main content

Yakinlah Kita Tak Pernah Sendirian

Terkadang, saat kita sedang mengalami masalah, merasa sedih, galau, takut, atau semacamnya, ada perasaan sepi, yang membuat kita merasa seolah kita sendirian menghadapi semuanya. Pernah mengalami hal seperti itu? Mudah-mudahan gak ya :) Sebenarnya, perasaan semacam ini hanya gangguan, yang merupakan hasil dari pikiran dan hati kita yang lemah. 

Jika pikiran dan hati kita lemah, lebih mudah bagi kita untuk berfikir hal-hal yang negatif, pesimis, dan memiliki ketakutan-ketakutan terhadap sesuatu yang sebenarnya belum terjadi. Akhirnya, pikiran dan hati yang lemah ini membuat kita merasa begitu sensitif, termasuk pada lingkungan sekitar. Pikiran dan hati kita jadi didominasi oleh pandangan dan perasaan yang negatif.

Saat orang di sekitar kita tak memperhatikan kita, kita jadi merasa mereka mengacuhkan kita. Padahal bisa jadi merekapun memiliki banyak masalah, hanya saja mereka menutupinya. Atau bisa jadi, merekapun memiliki kesibukan yang membuat pikiran mereka terfokus pada pekerjaannya. 

Lalu, saat orang di sekililing kita seolah tak memahami permasalahan dan kesedihan kita, kita merasa kesal, kita menganggap mereka tak perduli pada masalah yang kita alami. Padahal bisa jadi mereka memang tak terlalu paham masalah kita, karena kita yang tak pernah menjelaskannya pada mereka secara detail. Lagipula kita harus ingat, bahwa tak ada yang bisa lebih mengerti dan memahami permasalahan kita, selain diri kita sendiri. Sebab bagaimanapun juga, orang lain tak sedang mengalami apa yang kita alami. Jadi, wajar jika mereka tak betul-betul bisa memahami kita. 

Hal-hal seperti itulah yang membuat kita jadi merasa sendirian, karena merasa tak dipahami atau tak diperhatikan. Sebaiknya, janganlah bergantung pada orang lain, sekalipun dalam bentuk perhatian atau keperdulian, jangan pula menuntut ataupun terlalu berharap orang lain akan bisa memahami kita sebaik diri kita sendiri. 

Sumber gambar : gopixpic.com

Namun, bergantunglah pada Allah. Sebab hanya Ia yang paling memahami kita. Yakinlah, kita tak pernah sendirian. Ada Allah selalu bersama kita. Memang tak mudah menghadirkan Allah selalu ada di hati kita, tapi saat kita menemukannya, kita akan merasa cukup dengan-Nya.

Comments

  1. Bagaimana pun, Allah tetap satu-satunya tempat terbaik untuk curhat ya Mbak. Bahasan ini yang saya tonton di Islam Itu Indah beberapa hari lalu. Saat gelisah, takut, janan pernah merasa sendiri, karena pertolongan Allah itu sangat dekat.

    ReplyDelete
  2. Dia yang tak pernah mengecewakan hamba-Nya ya mak...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …